Seminggu Tak Ada Kabar, Wanita Ini Ditemukan Dalam Periuk, Sadis Tubuhnya Dibeginiin Mantan Suami

Posted on

Seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Wanita yang sudah tidak bernyawa tersebut jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Sempat hilang selama beberapa hari teka-teki hilangnya wanita tersebut akhirnya terjawab.

Wanita tersebut ternyata tewas di tangan mantan suaminya sendiri.

Saat ditemukan anggota tubuh Magdalena Aguilar Romero (28), Taxco, Guerrero, Mexico, yang hilang sejak lebih seminggu lalu, ditemukan dalam periuk di atas dapur.

Diduga Magdalena dibunuh sebelum mayatnya dipotong-potong oleh bekas suaminya.

Dilaporkan Daily Mail, selain dalam periuk di atas dapur, bagian tubuh lain mayat wanita beranak dua itu juga ditemukan di dalam kantong plastik.

Kantong tersebut yang disimpan dalam kulkas di rumah bekas suaminya, Cesar Lopez Arciniega.

Juru bicara polisi Roberto Alvarez berkata: “Kami menemukan anggota tubuh wanita itu direbus.” katanya.

Menurut laporan Fox News, kaki dan tangan wanita itu ditemukan dalam periuk di atas dapur.

Sementara itu bagian pinggulnya yang sudah siap direbus, berada dalam kantung plastik dekat dapur.

Magdalena terakhir kali dilihat pada 13 Januari lalu, ketika meninggalkan rumahnya di Taxco untuk menjemput anak-anaknya di rumah bekas suaminya.

Polisi kini memburu Arciniega yang dipercayai melarikan diri selepas mengetahui dia dicurigai sebagai tersangka utama.

Polisi sedang menyelidiki motif pembunuhan itu.

Di Negara Ini Mencincang Wanita Sudah Biasa

Orang-orang dengan albinisme menghadapi prasangka dan ancaman kematian di Tanzania.

Sejumlah kampanye kini dilakukan untuk mengakhirinya.

Wartawan BBC Africa Salim Kikeke bertemu dengan beberapa di antara mereka.

Mtobi Namigambo, adalah seorang nelayan di Pulau Ukerewe.

Dia memiliki anak albino berusia empat tahun bernama May Mosi.

Pada usia tiga bulan, May lolos dari upaya penculikan.

“Saya pergi untuk menangkap ikan. Istri dan anak-anak saya berada di rumah ketika sejumlah orang menyerang,” kata Namigambo.

“Istri saya melompat dari jendela dan berlari bersama May, meninggalkan dua anak yang lain di rumah, yang tidak dilukai sedikit pun.”

“Para penyerang ingin mengambil May,” kata istri Namigambo, “Suami saya pergi memancing dan mereka tahu tentang hal itu. Itu sebabnya mereka datang untuk mengambil anak saya.”

Orang albino, yang tidak memiliki pigmen warna kulit dan tampak pucat, dibunuh karena ramuan yang dibuat dari organ tubuh mereka dipercaya bisa membawa keberuntungan dan kekayaan.

Lebih dari 70 albino telah dibunuh dalam tiga tahun terakhir di Tanzania, namun hanya 10 kasus yang dihukum, kata pengkampanye Under the Same Sun.

Kasus terbaru terjadi pada Mei lalu, ketika seorang perempuan dicincang hingga tewas.

“Kami dibunuh seperti hewan. Tolong berdoalah untuk kami,” kata seorang perempuan albino dalam sebuah nyanyian di acara perjuangan hak-hak albino.

Pemerintah Tanzania telah meluncurkan kampanye untuk membantu membujuk komunitas untuk menghapus kepercayaan kuno dan menghentikan penyerangan terhadap orang albino.

Namun, kampanye itu fokus di wilayah urban, bukan di pedesaan yang justru lebih penting.

Di pedesaan, ancaman terhadap orang albino malah jauh lebih besar.
Penguasa terlibat?

Perwakilan dari Komunitas Albino di wilayah pinggiran Sengerema, Mashaka Benedict, mengatakan kepada BBC bahkan orang berpendidikan masih percaya bahwa potongan tubuh albino bisa membawa kekayaan.

“Kalau itu benar, kenapa kami tidak kaya?” tanya Mashaka.

Dia menuduh bahwa oknum penguasa terlibat dalam “pembunuhan bermotif bisnis” itu.

Inilah yang menjelaskan mengapa hanya sedikit orang yang ditangkap, dihukum, atau dipenjara.

“Bagaimana bisa orang miskin menawarkan US$10.000 untuk bagian tubuh? Ini adalah pengusaha dan politisi yang terlibat.”

Polisi mengatakan mereka mencoba yang terbaik untuk menyelidiki kasus-kasus itu. (BBC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *