Cewek WAJIB Baca! Ternyata “Celana Dalam Wanita” Harus Begini Baru Tergolong Kategori Normal Loh! Sehat Atau Gaknya Seorang Wanita Bisa Langsung Ketebak Dari Sini!

Posted on

Yang namanya cewek kalau udah masuk masa pubertas, celana dalam yang dipakainya setiap hari pasti gak bakalan bersih 100% deh! Gimana gak, cairan bening atau putih pasti selalu ada di celana dalam cewek setiap hari. Terus sebenarnya itu normal gak sih? Yang gak sehat itu yang kayak gimana sih emangnya? Daripada penasaran terus, yuk coba kita simak aja 12 rahasia tentang cairan keputihan cewek itu yang normal kayak gimana!

1. Cairan keputihan itu datangnya darimana sih?

Cairan keputihan ini sendiri merupakan kelenjar yang dikeluarkan oleh vagina wanita. Cairan ini keluar dari dinding rahim dan sebagian kecil dari kelenjar endometrium serta mulut rahim.

2. Terus cairan keputihan ini tuh sebenernya apa sih?

Sebenarnya dia merupakan sel yang mengelupas dari kelenjar yang menempel di dinding rahim, cairan dari mulut rahim, bakteri bacillus coli serta sel darah putih.

3. Aku gak seneng dengan cairan ini, apalagi baunya. Bisa gak sih dia dihilangin?

Tentu saja gak bisa, semua wanita membutuhkan cairan ini. Cairan ini berfungsi untuk mencegah bakteri jahat dari luar untuk masuk ke dalam vagina dan berkembangbiak di dalamnya. Cairan ini juga sebenarnya berfungsi untuk membersihkan vagina secara otomatis, oleh karena itu, kamu sebenernya gak perlu menggunakan sabun khusus pembersih vagina.

4. Denger-denger, cairan ini tuh berhungan dengan hormon estrogen wanita ya?

Bener banget, jika hormon estrogen yang dihasilkan tubuhmu banyak, maka cairan yang dikeluarkan juga akan semakin banyak.

5. Selain lagi menstruasi, ada gak sih faktor lain yang bisa mempengaruhi dia?

Sebenarnya banyak tidaknya cairan ini gak cuman bergantung pada saat kamu lagi dapet doang loh. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh pil KB, antibiotik, alergi, sakit, kehamilan, melahirkan, pembalut yang dipakai, kurang tidur, emosi yang gak stabil, stress dan asupan nutrisi yang gak seimbang.

6. Pas hamil, kenapa sih cairan ini malah tambah banyak? Kan repot banget mesti ganti celana dalam terus!

Ketika dalam masa kehamilan, hormon estrogen akan bertambah semakin banyak sehingga kelenjar yang dihasilkan oleh mulut rahim serta endometrium akan semakin banyak juga.

7. Tapi kalau suamiku gak senang cairan ini, gimana dong?

Suruh suamimu baca artikel ini, jangan cuman bisa mengeluh doang! Ini adalah hal yang natural yang dialami semua wanita di dunia tanpa terkecuali. Jika dia tidak bisa keberadaan cairan vagina seorang wanita, berarti dia tidak menginginkan rahimmu senantiasa sehat. Jika gak ada cairan ini, itu berarti ada yang bermasalah dengan rahimmu. Jangan malu!

8. Kalau udah mau dekat masa menstruasi, cairan ini kok semakin banyak ya? Apa ini yang namanya masa ovulasi ya?

Ya, benar banget! Pada masa ovulasi, kelenjar yang dihasilkan di dalam rahim akan semakin banyak. Bentuk cairan ini sendiri juga lebih bening dan elastis banget, bahkan jika kamu tarik dengan tangan, dia akan sulit banget terputus.

9. Setiap hari aku selalu memakai panty liner supaya celana dalamku tidak basah dan lembab. Cewek lain kayak aku juga gak ya?

Ada sebagian wanita yang memang memiliki hormon estrogen lebih banyak sehingga cairan yang dikeluarkan juga lebih banyak. Yang penting selama pemakaian, kamu harus memastikan bahwa cairan ini tidak berubah menjadi warna kuning ataupun putih keabu-abuan ataupun mengeluarkan bau tak sedap.

10. Gimana sih caranya mengerti hasil pemeriksaan lab tentang cairan vagina kita?

Pertama, pH yang ada dalam rahimmu. pH rahim ini sendiri menunjukkan kadar keasaman dalam rahim. Keadaan pH dalam rahim yang normal adalah pH≦4.5, sedangkan yang terkena infeksi pH 5 sampai 6.

Kedua, angka romawi. Angka romawi I sampai II ini berarti normal, sedangkan III sampai IV menunjukkan adanya peradangan.

Ketiga, tanda [+] ini menunjukkan adanya infeksi jamur yang terjadi, tapi tidak berarti bahwa infeksi ini membahayakan.

Keempat, tes amina, untuk melihat apakah ada infeksi jamur yang terjadi.

11. Aku merasa sepertinya cairan yang ada di celana dalamku tidak terlihat normal, seperti peradangan. Harusnya kalau aku minum obat untuk menghilangkan peradangan sendiri bakalan sembuh kan?

Jangan! Justru hal inilah yang membuat peradangan yang kamu alami semakin parah. Setiap peradangan yang terjadi pada rahimmu berbeda-beda, dan hanya dokter spesialis saja yang bisa membedakannya. Jadi yang bisa kamu lakukan, cari dokter dan minta resep dokter yang tepat. Kamu juga hanya bisa mengecek apakah ada yang bermasalah dengan cairan yang dihasilkan oleh rahimmu.

12. Padahal aku orangnya super bersih, tapi lihat celana dalamku begini, aku jadi gak pede!

Jangan merasa gak pede dengan adanya cairan ini ya, ladies! Justru karena adanya cairan kamu bisa tetep sehat sampai hari ini! Jangan pernah merasa jijik karena adanya cairan di dalam celana dalammu ya!

Gimana ladies? Ternyata yang namanya cairan keputihan di celana dalam kita itu bukan sesuatu yang jahat kok, dia malah yang membersihkan rahim kita dari kuman berbahaya loh! Yuk share ke teman wanitamu yang lain ya!

Sumber: Cerpen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *