Kisah Nyata! Menjadi Guide Bawa Pendaki Menaik Gunung Salak, Di Tengah Jalan Pendakinya Berubah Jadi Pocong! Penyebabnya Bikin Merinding . . .

Posted on

Kisah mistis yang terjadi dalam pendakian biasa sering terjadi. Karena kondisi masih hutan yang belum terjamah manusia.

Kisah seorang pendaki ini diceritakan oleh akunakun @arangga_aria dimulai ceritanya dengan kalimat yang ‘to the point’ dan bikin bulu kuduk merinding.

Menurutnya, apa yang ia ceritakan itu merupakan pengalaman sendiri yang ia saksikan 10 tahun yang lalu.

kalian pasti pernah melihat “penampakan” entah secara langsung atau di video. “penampakan” itu biasanya ya emang mahluk halus.
lalu, apa kalian pernah lihat manusia yg masih hidup berubah jadi pocong ??

ini pernah benar-benar terjadi, saya saksi hidupnya.

Kejadian itu terjadi di beberapa lokasi, yakni Gunung Salak, dan sebuah perumahan di Jakarta. Saking serunya, cerita yang ia buat bersambung itu sangat ditunggu-tunggu oleh netizen.

Tak hanya ceritanya yang seram, Aria pun menceritakannya dengan bahasa yang menggelitik sehingga cukup menghibur.

Yang ia ceritakan kali ini yakni saat dirinya melihat manusia yang masih hidup berubah jadi pocong. Sekitar 10 tahun yang lalu, Aria masih berusia 17 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMA di Sukabumi.

Hidupnya yang serba pas-pasan dan menjadi sasaran bully teman-temannya itu harus berjuang menafkahi ibu dan adik-adiknya di saat guru dan teman-temannya malah mengolok Aria karena tak ikut study tour ke Jogja.

Kesehariannya ia bekerja sebagai kuli panggul di pasar, hingga suatu hari ia diajak oleh seorang pria untuk menemaninya menjadi guide ke Gunung Salak, dengan bayaran Rp 500 ribu.

Saat itu, ia membawa tujuh pendaki dari Jakarta yang terdiri dari 4 pria dan 3 wanita.

Singkat cerita, Aria yang kebagian jadi tim logistik dan semua pendaki sudah tiba pukul 17.00 WIB di Gunung Salak.

singkat cerita, kita nyampe gunung jam 5 sore. langsung bikin tenda soalnya udah gelap.

selesai bikin tenda gua nyari kayu bakar buat api unggun nanti malam.

di malam pertama, kita semua (9 orang) kumpul ngelilingi api unggun.
semua seneng2, maen gitar, bakar jagung juga minum bandrek.

oia, di rombongan itu gua yg paling muda. gua 17 tahun waktu itu. sementara yg lain umurnya dari 23 sampai 25. Abangnya kaka kelas gua yg paling tua.

Sampai pada malam itu, semuanya tampak baik-baik saja hingga menjelang tidur tiba-tiba ada keanehan, yakni seorang rombongan wanita yang bernama Ririn kehilangan mantelnya.

udah ririn bilang gitu, tiba-tiba angin kenceng, turun kabut pula. game selesai. semua bubar, pada masue ke tendanya masing-masing.

suasana makin mencekam, gimana ga horor ?? suara binatang dan suara-suara lainnya mulai jelas terdengar.

singkatnya, itu malam jadi malam yg bikin tidur jadi ga tenang.

di malam keduanya, keanehan mulai jelas terasa, waktu itu ririn nyariin mantelnya, dia tanya “ada yg lihat mantel ririn ga ?? dicari ko ga ada ya ??”

“semuanya ikut nyari, semua tas di periksa, semua sudut tenda di periksa. tapi tetep aja ga ketemu. karna udah malem juga, semuanya sepakat besok pagi mau nyari lagi.”

“semua pada istirahat, disana kita bikin 3 tenda. tenda pertama, sebelah kiri itu gua sama si abang. tenda cewe di tengah dan tenda cowo paling kanan.”

disaat yg lain masuk tenda, gua gatau mereka udah tidur apa belum, gua sama si abang ngobrol. lagi asik ngobrol, si abang ngeliat sesuatu, terus nanya ke gua “aria, abang ga salah lihat kan ya, itu apaan ya ??”

“gua juga lihat, kaget gua. ternyata ada yg ngelayang, yg ngelayang itu warna putih, pertama gua nyangka itu pocong atau kuntilanak ternyata yg ngelayang itu mantel, mantelnya warna putih. gua nanya ke si abang “bang, itu mantel, mantelnya ririn kali ya ?? ambil yu bang”

“si abang bilang “jangan diambil, kayanya mantel itu dipake sama jin, jangan disamperin, takut ada apa-apa, biar besok aja” gua ?? yaudah nurut aja, orang gua juga takut mau ngambil tu mantel.”

“itu mantel ngelayang nya lumayan lama, gua ama sia abang ngeliatin aja terus, tapi ga berani ngambil. mantel sempet muterin tenda cewe, lalu ilang gitu aja ga tau kemana tu mantel perginya. si abang gemeteran, ngomong aja gajelas, apalagi gua takutnya kaya gimana tau”

“si abang bilang “aria baca doa, abang tidur duluan ya, aria jaga ampe jam 2. nanti kalo ada apa-apa bangunin abang” ((gua sama si abang gantian ronda, gua jaga pertama))”

Saat sedang jaga tenda, tiba-tiba dua wanita yang di tenda, Ririn dan Laras keluar ingin buang air kecil, lalu ditemani oleh Aria.

Mereka menuju ke sungai untuk buang air kecil, lalu tiba-tiba melihat mantel Ririn ada di tengah batu besar di sungai tersebut.

Aria kemudian mengambil mantel itu dan tidak mengatakan apapun yang ia lihat di dalam tenda soal mantel terbang.

Nah di malam ketiga mulai terjadi hal yang tidak diinginkan hingga membuat Aria kapok ke Gunung Salak lagi.

singkat cerita, di malam ketiga lah yg bikin gua ga pernah lupa sama kejadian di gunung salak dan ga pernah mau lagi nginjek gunung salak.

cukup, itu yg pertama dan terakhir.

semuanya lagi kumpul di luar, ngelilingi api unggun. kita berbagi cerita sambil menikmati kopi, wedang jahe dan singkong bakar, ga kerasa udah jam 2. nah ririn bilang “dingin banget ya, tunggu aku mau pake mantel dulu”

Saat Ririn masuk ke tenda untuk mengenakan mantel, tiba-tiba ia teriak sekencang-kencangnya. Ririn tampak kesurupan dan meminta dilepaskan dari mantel itu namun tak bisa.

Yang bikin kaget, Ririn yang berada di dalam mantel itu tiba-tiba berubah jadi pocong dan melompat ke luar tenda.

Para wanita tampak menangis bahkan pingsan melihat temannya berubah jadi pocong. Ditambah lagi, tiba-tiba api unggun mati dan senter tidak bisa berfungsi. Dengan terpaksa, rombongan itu kemudian bersiap untuk turun gunung dan mencari bantuan.

Tak sendiri, rombongan itu juga terus diikuti Ririn yang telah berubah jadi pocong sambil melompat dari satu pohon ke pohon yang lainnya.

waktu itu gua juga nangis, ga lama mita sadar terus bilang “pengen pulang, kenapa ririn jadi gitu ??” kita bingung, disitu kita mutusin buat turun gunung, mau nyari bantuan. ngeberesin semua perlengkapan ((gelap total) jam 3 atau jam 4 pagi kita turun gunung.

perjalanan turun gunung pun bikin gua takut, gua juga terus-terusan nangis. gimana ga nangis ?? pocongnya ngikutin terus, tapi dia ngelayang dari pohon ke pohon lain sambil nangis dia bilang “jangan ninggalin ririn, ririn ikut pulang, tolongin”

Setiba di perkampungan warga, rombongan bertemu dengan ayah Ririn. Rupanya, mantel itu merupakan mantel milik ayah Ririn yang dikuasai oleh jin.

Menurut ayah Ririn, ada semacam perjanjian antara ayah Ririn dengan penghuni mantel tersebut. Jin itu merupakan penunggu pertambangan milik ayah Ririn, sehingga ada perjanjian terlarang yang mereka lakukan.

Yakni ketika mantel itu dipakai oleh orang lain, maka orang itu akan meninggal menjadi pocong dan jika 7 hari tidak dilepaskan maka akan meninggal dunia.

Ayah Ririn datang dengan membawa orang pintar untuk mencari Ririn, dan kembali naik ke gunung ditemani Aria.

Rupanya kakek tersebut adalah penghuni gunung, ia lalu mengatakan kalau pocong Ririn sudah dilempar ke luar gunung.

Kemudian menurut warga sekitar, pocong Ririn sempat gentayangan di sekitar rumah warga.

Hingga di malam ketujuh, mereka berhasil menemukan pocong Ririn sedang bertengger di atap rumah warga dan membuat penduduk panik.

Akhirnya dengan perjuangan selama berjam-jam, pocong itu berhasil ditangkap dan kain kafan yang membelit Ririn berubah jadi mantel lagi.

Saat lepas dari mantel itu, Ririn keluar dalam kondisi telanjang dan tubuhnya kotor dan bau.

Tak berhenti di situ, rupanya setelah Ririn pulang ke Jakarta, ia kerap kembali jadi pocong saat pukul 00.00 WIB.

Hal itu katanya akan berlangsung selama 99 hari sampai ayah Ririn menemukan mantel baru untuk diberikan pada jin.

Rupanya sebelum kejadian Ririn jadi pocong, ayah dan anak pertama ayah Ririn meninggal dunia karena pocong tersebut.

Sampai pada waktu kakak perempuan Ririn yang dari Australia kembali menemukan mantel serupa, kemudian terjadi perpindahan jin itu ke mantel yang baru.

Menurut Aria, dari situ Ririn mulai kembali hidup normal, namun ingatannya dihilangkan agar tidak menjadi trauma.

Di akhir cerita, Aria juga mengatakan kalau Ririn saat ini masih hidup dan tinggal bersama kakaknya di Australia.

Duh merinding yah guys

Sumber: tribun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *