Subhanallah… Putrinya Dinyatakan Meninggal Karena Sakit yang Cukup Parah, Tapi 6 Menit Kemudian Hidup Kembali Setelah Sang Ibu Lakukan Hal Mengejutkan Ini . . .

Posted on

Setiap orang pasti akan meninggal, tapi bagaimana perasaan seorang ibu melihat anaknya tak berdaya maut di depan mata.

Seperti kisah satu ini, Seorang gadis 10 tahun yang meninggal selama enam menit setelah mengalami pendarahan otak karena serangan jantung telah diselamatkan.

Dilansir dari Daily Mail (12/4), Laila Stanhope, dari Basildon, Inggirs, hanya dapat menggantungkan nyawanya pada mesin dan membuat ibunya khawatir.

Sementara Laila dibiarkan dalam perawatan di ruang khusus, ibunya memohon kepada dokter untuk dapat mendampingi putrinya.

Namun Ibunya tidak diizinkan dan harus menunggu hingga mata Laila terbuka.

Hal yang menimpa Laila ini berawal dari sakit kepala biasa yang dianggap tidak serius.

Ibu Laila tidak menyadari betapa serius sakit kepala putrinya itu.

Namun anggapan itu sirna sampai Laila terkena kejang dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Dia segera memanggil ambulans dan Laila dilarikan ke rumah sakit setempat.

Dokter membuat keputusan untuk memindahkannya ke rumah sakit lain.

Hal itu membuat Laila harus menggunakan peralatan medis untuk membantu mengalirkan darah dari waktu ke waktu ke otaknya.

Karena serangan jantung yang menimpanya terjadi ketika suplai darah ke jantung tiba-tiba tersumbat, biasanya oleh bekuan darah.

Sejak dirawat di rumah sakit pada bulan Maret, Laila telah mengalami pengurasan rutin cairan di otaknya untuk mencoba dan meminimalkan kerusakan.

Namun, ibunya berkata bahwa keadaan itu mungkin dapat terjadi hingga berbulan-bulan selanjutnya.

Sehingga dia memohon kepada dokter untuk masuk ke ruang perawatan dan mendampingi putrinya.

Serangan jantung itu membuat Laila meninggal selama enam menit, dan hal itu tidak boleh disaksikan oleh ibunya.

Beruntung setelah dia memohon diizinkan mendampingi putrinya, mata Laila pun terbuka seperti kata dokter.

Kekuatan dari sang ibu membawa putrinya kembali!

Sumber: tribun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *