Miriss! Setelah Luntang-lantung Mengemis, Ternyata Begini Kabar Ayah Marshandaa…

Posted on

Sekitar bulan Maret 2016, publik dihebohkan dengan kabar tak sedap dari ayah kandung artis Marshanda, Irwan Yusuf.

Dilansir dari Bangkapos, lama tak terdengar, Irwan diketahui diamankan oleh petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

Rupanya, keberadaan Irwan Yusuf sebagai pengemis di lokasi tersebut sudah diketahui warga.

Mereka menyebut, sang pengemis, Irwan Yusuf tak lain adalah ayahanda Marshanda.

Berita itu pun membuat netizen heboh.

Hampir setahun berselang semenjak peristiwa itu, lalu bagaimana kabar ayah Marshanda sekarang?

Belakangan ini kabar soal Irwan Yusuf kembali disebut-sebut.

Setelah sempat terjaring dinas sosial dan dijenguk oleh putrinya, ayah Marshanda kini dikabarkan tinggal di pesantren.

Irwan tidak tinggal bersama Marshanda, melainkan berada di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Jalan Joyo Agung, Kota Malang, Jawa Timur.

Irwan ternyata sudah tinggal di pesantren itu sejak 8 bulan lalu.

Kehidupan Irwan memang seperti roda yang berputar.

Siapa sangka jika ia yang dahulu bergelimang materi kini harus hidup prihatin.

Kabarnya, orangtua Marshanda, Irwan Yusuf dan Rianty Sofyan, bercerai saat usia Marshanda sekitar 5 tahun.

Irwan Yusuf semasa remaja pernah bersekolah di SMA 8 Jakarta.

Saat remaja Irwan Yusuf dan adiknya perempuannya bernama Chintya Yusuf tinggal bersama orangtua di Menteng, Jakarta Selatan.

Pada mulanya ia adalah seorang pegawai Departemen Keuangan yang memanfaatkan rumahnya di Menteng, Jakarta untuk tempat indekos.

Setelah berhenti sebagai pegawai negeri, pada tahun 1970 ia terjun ke bisnis penginapan.

Pada tahun 1979, putra Minangkabau ini sempat berkongsi dengan Amir Rasydin Datuk Basa membangun Hotel Menteng I, II, dan III.’

Namun empat tahun kemudian mereka pecah kongsi, dan Sofyan mendirikan Sofyan Hotel Corporation.

Bersama putranya Riyanto Sofyan, ia mengembangkan Hotel Sofyan dan berhasil masuk bursa pada tahun 1989.

Setelah bercerai itulah kehidupan Irwan terus terpuruk.

Irwan bekerja di sebuah bengkel di kawasan Bangka dengan gaji pas-pasan.

Bengkel itu kemudian bangkrut dan dirinya tidak mendapat pesangon hingga jatuh terpuruk.

Ketika terpuruk itulah, Irwan sudah tidak tahu mau bekerja apa. Untuk membayar kontrakan pun dia kesusahan.

Karena lapar, akhirnya Irwan kemudian menggembel dan mengemis di jalanan berharap belas kasihan orang.

Sumber : http://sumsel.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *