Kampungberita.com/BOJONEGORO – Upaya menekan angka kemiskinan tidak hanya membutuhkan program bantuan, tetapi juga perlu diperkuat melalui peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026. Program ini diharapkan mampu mendorong generasi muda di Kabupaten Bojonegoro untuk berani mengambil peluang, mengembangkan keterampilan, dan mulai membangun usaha secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, peserta bootcamp diberikan motivasi agar tidak merasa takut memulai usaha meskipun dari skala kecil. Setiap individu dinilai memiliki potensi dan kelebihan yang dapat dikembangkan menjadi modal untuk menciptakan peluang ekonomi.
“Semua orang berawal dari nol. Tapi kalau kita pintar itu berkah, tapi tidak semua dari kita itu pintar. Jika tidak pintar, kita harus meraih keuntungan. Akademik dan nonakademik harus kita asah. Dan mulai dari hal-hal kecil yang kita kuasai,” pesan kepada para peserta.
Pesan tersebut menekankan bahwa keberhasilan dalam membangun usaha tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik. Kreativitas, keterampilan praktis, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi.
Melalui program tersebut, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) berharap pemuda Bojonegoro tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang atau jasa. Peserta juga didorong memiliki kemampuan pemasaran, membangun jejaring usaha, mengurus legalitas, hingga mengembangkan produk agar mampu bersaing di pasar.
Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam membentuk pemuda yang produktif, kreatif, dan memiliki daya saing.
Dengan semakin banyak pemuda yang mampu menciptakan usaha dan lapangan pekerjaan, penguatan ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap upaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.
(Red/Com)












