Pelebaran Jalan Menilo–Pandanagung Kembali Disorot, Beton Baru Dicor Sudah Retak dan Minim Pengaturan Lalu Lintas

aksesadim01
IMG 20260908 WA0088

Kampungberita.com/TUBAN – Pekerjaan pelebaran jalan ruas Menilo–Pakdanagung, Kabupaten Tuban, kembali menjadi sorotan. Proyek yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial terkait dugaan pengurangan material pedel dan rabat Lean Concrete (LC) tersebut kini kembali mendapat perhatian setelah ditemukan kondisi beton pekerjaan utama yang diduga mengalami keretakan.

Pantauan awak media di lokasi, beton yang disebut baru beberapa hari dilakukan pengecoran tampak mengalami pecah-pecah pada sejumlah bagian. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, terutama terkait proses pelaksanaan dan mutu material yang digunakan.

Temuan ini menjadi perhatian karena pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur jalan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Keretakan pada beton yang relatif masih baru dinilai perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut agar dapat diketahui penyebabnya secara objektif.

Selain persoalan kondisi beton, warga setempat juga menyoroti minimnya pengaturan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Menurut warga, kondisi jalan yang tengah dikerjakan semestinya mendapat pengaturan lalu lintas untuk menjaga keselamatan pengguna jalan maupun para pekerja.

> “Sampai sekarang tetap tidak ada flagman atau pengatur jalan. Karena kondisi sempat menjadi seperti ini, seharusnya ada pengatur jalan,” ujar seorang warga setempat.

 

Mandor: Saya Hanya Mengawasi dan Mengatur Pekerja

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi pekerjaan tersebut, mandor atau kepala tukang di lokasi memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan terkait keseluruhan pelaksanaan proyek.

> “Aku di sini hanya mengawasi dan mengatur orang kerja saja,” ujar mandor tersebut.

 

Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian mutu, metode pelaksanaan, penggunaan material, hingga pengamanan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Sebelumnya, pekerjaan pelebaran ruas Menilo–Pakdanagung juga sempat menjadi perbincangan di media sosial akibat adanya dugaan pengurangan material pedel maupun rabat LC. Namun, berbagai dugaan tersebut tentunya masih memerlukan verifikasi teknis dan pemeriksaan dari instansi berwenang.

Warga Minta PU Bina Marga Turun Langsung

Munculnya kembali persoalan pada pekerjaan jalan tersebut membuat masyarakat meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), khususnya bidang Bina Marga Kabupaten Tuban, tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung ke lapangan.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, metode kerja, mutu beton, ketebalan konstruksi, serta standar keselamatan pekerjaan jalan.

Publik juga berharap pihak terkait dapat menjelaskan secara transparan penyebab beton yang baru beberapa hari dicor tersebut mengalami pecah-pecah. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi atau pelaksanaan, masyarakat tentu berharap dilakukan langkah perbaikan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas PU Bina Marga Tuban maupun pihak pelaksana proyek terkait temuan keretakan beton dan persoalan pengaturan lalu lintas tersebut.

(Sumber: Sunaryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *