Kampungberita.com/BOJONEGORO – Rangkaian Kirab Api Abadi dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 Tahun 2026 tiba di Kecamatan Trucuk pada Minggu (18/10/2026), menjelang waktu Magrib. Kedatangan kirab tersebut disambut antusias masyarakat dan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Bagian Dinas Kebudayaan, Ibu Emi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh jajaran pejabat dan pihak terkait yang telah berkolaborasi menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kirab tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan kerja sama berbagai unsur yang terlibat, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan di wilayah Kecamatan Trucuk.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme masyarakat dan seluruh pejabat yang telah bergotong royong menyukseskan acara ini. Kirab Api Abadi dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Tahun 2026 akhirnya sampai di Kecamatan Trucuk. Ini menjadi kebanggaan bersama,” ujar Ibu Emi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang turut mendukung kegiatan melalui pemberitaan dan publikasi. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendokumentasikan berbagai kegiatan daerah.
Ibu Emi menegaskan bahwa kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang dapat berjalan lebih baik.
“Kami juga bangga dan berterima kasih kepada teman-teman media yang telah mendukung acara kami. Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran, karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Masukan yang positif tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki kekurangan ke depan,” tambahnya.
Pengamanan Libatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Trucuk menyampaikan bahwa aspek keamanan dan ketertiban menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran rangkaian Kirab Api Abadi. Untuk itu, pengamanan turut melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas.
Sinergi antarunsur tersebut diharapkan mampu menjaga situasi tetap aman dan kondusif, terutama saat rombongan kirab melintas dan masyarakat berkumpul untuk menyaksikan prosesi yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi Kabupaten Bojonegoro.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah, petugas keamanan, masyarakat, dan insan pers dalam menyukseskan agenda daerah.
Kasi Trantib Kecamatan Trucuk berharap, pada peringatan Hari Jadi Bojonegoro tahun berikutnya, Kirab Api Abadi kembali melintasi wilayah Kecamatan Trucuk sehingga masyarakat dapat kembali merasakan kebanggaan dan kemeriahan tradisi tersebut.
“Semoga tahun depan Kecamatan Trucuk kembali dilalui Kirab Api Abadi. Harapan kami, kegiatan ini terus menjadi sarana mempererat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.
Api Abadi, Simbol Persatuan dan Kebanggaan Daerah
Kirab Api Abadi bukan sekadar prosesi perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Kegiatan ini menjadi simbol semangat, persatuan, dan kebanggaan masyarakat dalam memperingati perjalanan Kabupaten Bojonegoro.
Antusiasme warga, dukungan pemerintah, keterlibatan petugas keamanan, serta peran media menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Momentum HJB ke-349 Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk membangun Bojonegoro yang lebih maju,Makmur Membanggakan.
(Red/Kom)












