Kampungberita.com Lumajang 11/4/2026 – Kepolisian Resor Lumajang, Polda Jawa Timur, mengintensifkan pengawasan terhadap distribusi gas LPG subsidi 3 kilogram di berbagai wilayah guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas keluhan warga terkait terbatasnya ketersediaan LPG 3 kg di sejumlah titik dalam beberapa waktu terakhir.
Pemantauan dan pengecekan lapangan dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polsek di beberapa kecamatan, di antaranya Pasirian, Kunir, Pronojiwo, Lumajang Kota, hingga Senduro, dengan menyasar agen, pangkalan, dan stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE).
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat, khususnya energi bersubsidi.
“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Kami ingin masyarakat yang berhak tetap dapat memperoleh LPG subsidi dengan mudah,” ujar Ipda Suprapto, Jumat (10/4/2026).
Di Kecamatan Pasirian, petugas melakukan pemeriksaan di SPBE PT Perindo, Desa Madurejo, serta dua agen LPG, yakni CV Garuda Gas Nusantara dan CV Selaras Jaya. Berdasarkan hasil pengecekan, SPBE menerima suplai dari Pertamina sekitar 50 ton per hari, meski distribusi ke beberapa wilayah masih dinilai belum merata.
Sementara di Kecamatan Pronojiwo, hasil pemantauan menunjukkan stok tabung isi sangat terbatas. Dari total tabung yang tersedia, hanya terdapat delapan tabung berisi dan 196 tabung kosong. Meski demikian, penyaluran harian ke masyarakat tetap berjalan dengan kisaran 90 hingga 110 tabung per hari, dengan harga jual Rp18 ribu per tabung.
Di wilayah Kota Lumajang, jajaran Polsek bersama Forkopimca melakukan pengecekan pada dua agen besar. Dari hasil evaluasi, keterlambatan distribusi yang terjadi sejak tiga minggu sebelum Lebaran mengakibatkan stok kosong mendominasi, ditambah pasokan yang berkurang sekitar 20 persen dibanding kondisi normal.
Sedangkan di SPBE Jalan Lintas Timur, Jogotrunan, stok LPG tercatat mencapai 50 metrik ton. Namun antrean pengisian di tingkat agen masih menjadi kendala yang berdampak pada keterlambatan penyaluran ke pangkalan.
Polsek Kunir juga menemukan distribusi LPG ke pangkalan hanya dilakukan satu kali dalam sepekan akibat keterbatasan kuota pengiriman. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya pengiriman saat hari libur nasional.
Sementara itu, di Kecamatan Senduro, hasil pengecekan menunjukkan stok LPG di tingkat agen dalam kondisi kosong. Tingginya permintaan dari luar daerah disebut menjadi salah satu faktor penyebab cepat habisnya pasokan di wilayah tersebut.
Ipda Suprapto menegaskan, kepolisian akan terus melakukan monitoring berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencari solusi atas kendala distribusi yang terjadi di lapangan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Apabila ditemukan adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi LPG subsidi, kami pastikan akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Melalui pengawasan intensif ini, Polres Lumajang berharap distribusi LPG 3 kilogram di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.





