Sidak Mendadak! 24 Personel Satresnarkoba Polres Bojonegoro Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif

aksesadim01
IMG 20260909 WA0052

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Pengawasan internal terhadap personel kepolisian kembali dilakukan Polres Bojonegoro. Sebanyak 24 anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) menjalani tes urine secara mendadak pada Rabu (9/9/2026).

Sidak tersebut menjadi langkah preventif untuk memastikan personel yang berada di garis depan pemberantasan narkotika tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengungkap kasus, tetapi juga terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Pemeriksaan dipimpin langsung Wakapolres Bojonegoro Kompol Ferry Dharmawan dengan melibatkan tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro.

Satu per satu personel menjalani pemeriksaan urine sesuai prosedur yang telah disiapkan tim medis. Selama proses pemeriksaan berlangsung, seluruh anggota yang menjadi sasaran tes diwajibkan tetap berada di lokasi hingga pemeriksaan selesai.

Hasilnya, seluruh 24 personel Satresnarkoba yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba.

Hasil tersebut menjadi catatan positif sekaligus bagian dari upaya Polres Bojonegoro memperkuat pengawasan internal. Terlebih, personel Satresnarkoba memiliki tugas strategis dalam menangani berbagai perkara terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Wakapolres Bojonegoro Kompol Ferry Dharmawan menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus dimulai dari lingkungan internal kepolisian.

“Kalau kita ingin memberantas narkoba di masyarakat, tentu harus dimulai dari internal. Anggota harus menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat,” ujar Kompol Ferry Dharmawan, didampingi Kasat Narkoba Polres Bojonegoro AKP Harjo.
Menurutnya, pelaksanaan tes urine secara mendadak bukan semata-mata untuk mencari kesalahan personel, melainkan bagian dari fungsi pengawasan sekaligus pencegahan agar anggota Polri tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Pemeriksaan mendadak juga dinilai penting untuk menjaga integritas institusi. Sebab, aparat yang bertugas memberantas narkoba dituntut memiliki komitmen kuat serta menjadi contoh dalam memerangi peredaran barang terlarang tersebut.

“Tes ini dilakukan secara mendadak untuk memastikan anggota selalu menjaga marwah dan tugasnya sebagai anggota Polri, sekaligus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Kompol Ferry menambahkan, pengawasan internal akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polres Bojonegoro menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Dengan hasil pemeriksaan terhadap 24 personel yang seluruhnya dinyatakan negatif, Polres Bojonegoro menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penindakan terhadap masyarakat atau jaringan peredaran narkotika, tetapi juga harus dibarengi dengan pembersihan dan pengawasan dari dalam institusi kepolisian itu sendiri.

Langkah tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa integritas aparat merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan pemberantasan narkotika.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *