Kirab Api Abadi di Trucuk Semarakkan HJB ke-349, Camat Dorong Pemerataan Pembangunan dan Penguatan UMKM

aksesadim01
IMG 20261018 WA0164

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya mewarnai kedatangan Kirab Api Abadi dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 Tahun 2026 di Kecamatan Trucuk, Minggu (18/10/2026) sore. Antusiasme masyarakat yang menyambut rombongan kirab menjadi gambaran kuatnya semangat warga dalam menjaga tradisi sekaligus mendukung kemajuan daerah.

 

Api yang bersumber dari Kayangan Api, Kecamatan Ngasem, tersebut menjadi simbol semangat dan persatuan masyarakat Bojonegoro. Kehadirannya di Kecamatan Trucuk tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi lokal, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang merata.

 

Rombongan kirab diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WIB dari Pendopo Kecamatan Malo dengan pengawalan mobil patroli Satlantas Polres Bojonegoro. Menggunakan tujuh mobil bak terbuka, rombongan bergerak menuju Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pendopo Kecamatan Trucuk dan tiba sekitar pukul 18.00 WIB.

IMG 20261018 WA0165

Sepanjang perjalanan, suasana kirab semakin semarak dengan kehadiran Kange dan Nyune Bojonegoro yang membawa Api Abadi mengenakan pakaian adat serta batik bermotif Obor Sewu. Iringan kesenian tradisional Cucuk Lampah dan Tim Rontek turut memperkuat nuansa budaya dalam perayaan tahunan tersebut.

 

Setibanya di halaman Kantor Kecamatan Trucuk, rombongan disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Trucuk, Camat Kota, Kapolsek, Danramil, para kepala desa se-Kecamatan Trucuk, kepala instansi pemerintah, serta masyarakat. Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Gerindra, Sudiono, juga hadir dalam kegiatan tersebut.

 

Hiburan Rakyat dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

 

Kemeriahan Kirab Api Abadi berlanjut dengan pertunjukan campursari dari Pantes Budal di halaman kantor kecamatan. Warga dari berbagai kalangan tampak menikmati hiburan bersama keluarga, sementara pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari sejumlah desa turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.

 

Keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Keramaian pengunjung berpotensi membuka peluang pemasaran yang lebih luas, memperkenalkan produk lokal, serta meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.

 

Dengan demikian, peringatan HJB diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan hiburan semata. Momentum tersebut juga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat usaha masyarakat, memperluas promosi produk lokal, serta membangun keterlibatan pelaku ekonomi desa dalam berbagai agenda pembangunan daerah.

Oplus
oplus_2

Camat Trucuk Tekankan Infrastruktur Berkualitas dan Pemerataan Pembangunan

 

Camat Trucuk, Adi Santoso, menyampaikan harapannya agar peringatan HJB ke-349 menjadi pengingat pentingnya kerja bersama dalam mewujudkan Bojonegoro yang adil dan makmur. Menurutnya, semangat hari jadi kabupaten perlu diwujudkan melalui pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa.

 

Saat ditemui di kantornya, Adi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus terus mendapat perhatian, tidak hanya dari sisi pemerataan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutannya.

 

Infrastruktur yang memadai dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil usaha, serta mendukung aktivitas perekonomian warga. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pembangunan jalan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas jangkauan pembangunan ke berbagai wilayah.

 

Selain jalan, Adi menyoroti pembangunan jembatan penghubung Desa Sranak dan Desa Banjarsari sebagai salah satu perkembangan penting bagi konektivitas antarwilayah di Kecamatan Trucuk.

 

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, memperlancar hubungan antardesa, dan membuka peluang pengembangan potensi ekonomi yang selama ini membutuhkan dukungan akses transportasi.

 

Menurut Adi, konektivitas yang semakin baik dapat menjadi modal penting bagi pertumbuhan wilayah. Namun, manfaat pembangunan infrastruktur perlu terus dioptimalkan melalui pengembangan potensi masyarakat, peningkatan aktivitas ekonomi, serta dukungan terhadap pelaku UMKM.

 

Ia juga menilai berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah kabupaten dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha diperlukan agar pembangunan fisik mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

 

Kirab Api Abadi, Simbol Persatuan dan Semangat Kemajuan Bojonegoro

 

Kirab Api Abadi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Tahun 2026 yang mengusung tema resmi, “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur”.

 

Dalam rangkaian tersebut, Api Abadi dijadwalkan singgah di empat kecamatan, yakni Ngasem, Kalitidu, Malo, dan Trucuk. Pelaksanaan kirab di sejumlah wilayah ini menjadi upaya menghadirkan suasana perayaan lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi tumbuhnya aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi lokal.

 

Untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib, pengamanan di wilayah Kecamatan Trucuk melibatkan tiga personel Polri, dua personel TNI, dan tiga personel Satpol PP. Secara keseluruhan, perjalanan rombongan dari Pendopo Kecamatan Malo menuju Pendopo Kecamatan Trucuk berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Oplus
Oplus_2048

Antusiasme masyarakat dalam menyambut Api Abadi memperlihatkan bahwa tradisi daerah masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bojonegoro. Tradisi tersebut bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga sarana mempererat persaudaraan dan membangun semangat kolektif untuk memajukan daerah.

 

Melalui peringatan HJB ke-349, harapan terhadap Bojonegoro yang adil dan makmur perlu diwujudkan melalui langkah nyata: pembangunan infrastruktur yang berkualitas, pemerataan akses antarwilayah, pelestarian kebudayaan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

 

Kirab Api Abadi di Kecamatan Trucuk pun menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari kemeriahan sebuah perayaan, tetapi juga dari sejauh mana semangat kebersamaan tersebut mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *