Kampungberita.com/BOJONEGORO — Penerapan pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga cara mengolahnya. Pemilihan teknik memasak yang tepat dinilai penting untuk menjaga kandungan nutrisi sekaligus mengendalikan asupan kalori dalam menu sehari-hari.
Evan menjelaskan, kebutuhan makanan sebaiknya tetap memperhatikan komposisi yang seimbang. Porsi makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, dengan kisaran 120–150 gram dan dilengkapi sayuran sebagai bagian dari menu harian.
Menurutnya, teknik pengolahan makanan turut menentukan kualitas nutrisi yang diperoleh tubuh. Metode memasak dengan cara dikukus maupun diolah menjadi makanan berkuah dinilai menjadi pilihan yang relatif baik karena dapat membantu mempertahankan kandungan nutrisi dengan penggunaan lemak yang lebih rendah.
“Yang paling aman dan maksimal nutrisinya adalah kukusan dan masakan berkuah. Nutrisinya lebih utuh dan kalorinya paling rendah,” jelas Evan.
Sementara untuk menu sehari-hari, teknik menumis masih dapat diterapkan dengan catatan penggunaan minyak dilakukan secara terbatas. Dengan demikian, makanan tetap memiliki cita rasa tanpa menambah asupan lemak secara berlebihan.
“Untuk masakan harian bisa tumisan dengan minyak tipis,” terangnya.
Evan juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng maupun makanan berbahan tepung. Kedua jenis makanan tersebut perlu dibatasi sebagai bagian dari upaya menjaga pola konsumsi yang lebih seimbang.
Selain itu, pengurangan konsumsi gula juga menjadi perhatian penting. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan perlu dikendalikan agar pola makan sehat dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga.
Penerapan pola makan sehat, kata dia, pada dasarnya dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memilih bahan makanan yang lebih beragam, memperhatikan porsi, membatasi penggunaan minyak dan gula, serta memilih metode memasak yang mampu mempertahankan kandungan gizi.
Dengan kebiasaan tersebut, keluarga diharapkan dapat membangun pola konsumsi yang lebih sehat dan seimbang, sekaligus menjadikan pemenuhan kebutuhan gizi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
(Red/com)








