PMI Bojonegoro Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Ngorogunung

aksesadim01
1000402969

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Musim kemarau yang masih berlangsung membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Merespons kebutuhan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro menyalurkan bantuan 10.000 liter air bersih kepada warga Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, Selasa (18/8/2026).

Bantuan air bersih tersebut dipusatkan di wilayah RT 09 dan RT 10, RW 03, Desa Ngorogunung. Distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk keperluan memasak, minum, mencuci, serta menjaga kebersihan keluarga.

Selain menyalurkan air, tim PMI Kabupaten Bojonegoro juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah keterbatasan ketersediaan air.

Bendahara PMI Kabupaten Bojonegoro, Eko Margono, bersama tim PMI turut turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Koordinator Droping Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk dan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.

“Kami berharap kehadiran tim ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi musim kemarau,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekurangan air.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir membantu masyarakat selama musim kemarau.

“Untuk minggu ini, kegiatan dropping air bersih PMI menyasar wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, khususnya Kecamatan Bubulan dan Temayang,” tuturnya.

Penentuan titik distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro. Mekanisme tersebut diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Di sisi lain, PMI tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat juga menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan di lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan keluarga meskipun harus menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.

Bagi warga Ngorogunung, bantuan satu tangki air bersih bukan sekadar 10.000 liter air yang didistribusikan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan nyata bagi masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

Melalui aksi kemanusiaan tersebut, PMI Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa kepedulian dapat hadir dalam bentuk sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan, setiap tetes air menjadi sangat berharga untuk menopang kebutuhan dan aktivitas warga sehari-hari.

(Red/Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *