FORKAB Bojonegoro 2026: Olahraga, Permainan Tradisional, dan Semangat Bahagia Warnai HUT ke-81 RI

aksesadim01
IMG 20260819 WA0059

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Gelak tawa, semangat sportivitas, dan kebersamaan mewarnai pembukaan Festival Olahraga Kabupaten (FORKAB) Bojonegoro 2026 yang digelar Selasa (18/8/2026). Ribuan peserta dari berbagai unsur mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Berbeda dari kompetisi olahraga pada umumnya, FORKAB 2026 mengusung semangat olahraga yang lebih inklusif. Masyarakat tidak hanya diajak berkompetisi, tetapi juga bergerak bersama, menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan, sekaligus menghidupkan kembali permainan olahraga tradisional yang mulai jarang dimainkan.

 

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat membuka kegiatan menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata berkaitan dengan kemenangan. Lebih dari itu, olahraga harus mampu menjadi sarana membangun kesehatan, kebersamaan, serta menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, kebugaran dan kebahagiaan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, seluruh peserta diminta menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

 

“Selamat bertanding, junjung sportivitas, jaga kebugaran, jaga persaudaraan, dan jangan lupa bahagia,” pesan Bupati Setyo Wahono.

 

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengatakan FORKAB 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

 

Selain meningkatkan kebugaran masyarakat dan mendukung peningkatan indeks pembangunan olahraga, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk melestarikan olahraga tradisional serta memperkuat persatuan dan kebersamaan antara organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, pelajar, dan masyarakat.

 

“FORKAB bukan hanya pertandingan, tetapi menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, menjaga kebugaran, sekaligus melestarikan olahraga tradisional,” demikian semangat yang dibawa dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 

FORKAB Bojonegoro 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Agustus. Sejumlah cabang olahraga dan permainan dipertandingkan, antara lain dagongan, egrang, terompah panjang, hadang atau gobak sodor, panahan tradisional, push bike, skateboard, serta tenis.

 

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di tiga lokasi, yakni GOR Utama Bojonegoro, Stadion Letjen Soedirman, dan Sport Center.

 

Besarnya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah tim yang ambil bagian. Cabang egrang, misalnya, diikuti 65 tim dari OPD dan kecamatan serta 15 tim tingkat SMA/SMK.

 

Sementara cabang terompah panjang diikuti 58 tim dari OPD dan kecamatan serta 13 tim tingkat SMA/SMK. Adapun cabang hadang atau gobak sodor diikuti 34 tim dari OPD dan 12 tim tingkat SMP.

 

Untuk cabang dagongan, terdapat 40 tim gabungan OPD dan kecamatan, 32 tim dari Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), serta 16 tim tingkat SMA/SMK.

 

Menariknya, panitia juga membuka kesempatan pendaftaran langsung bagi peserta yang sebelumnya belum sempat mendaftarkan diri. Kebijakan tersebut membuat FORKAB 2026 semakin terbuka dan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk ikut ambil bagian.

 

Kemeriahan pembukaan semakin terasa ketika Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lapangan.

 

Mereka bahkan ikut menjajal permainan terompah panjang bersama-sama. Aksi tersebut mengundang gelak tawa peserta dan masyarakat yang menyaksikan.

 

Momen itu sekaligus memperlihatkan pesan penting dari FORKAB 2026: olahraga mampu menjadi ruang yang menyatukan berbagai kalangan, tanpa sekat jabatan, usia, maupun latar belakang.

 

Dengan mengusung semangat “Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan”, FORKAB 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

 

Lebih jauh, festival olahraga tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa masyarakat yang sehat merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Sementara kebersamaan, kegembiraan, dan sportivitas menjadi modal sosial untuk mewujudkan Bojonegoro yang semakin kompak dan berdaya.

 

Pada akhirnya, FORKAB Bojonegoro 2026 bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Festival ini membawa pesan bahwa olahraga dapat menjadi sarana sederhana namun kuat untuk mengajak masyarakat bergerak, menjaga kesehatan, melestarikan budaya permainan tradisional, mempererat silaturahmi, dan merayakan kemerdekaan dengan penuh kebahagiaan.

 

Dengan semangat “Jaya, jaya, jaya!”, FORKAB Bojonegoro 2026 resmi dimulai.

(Red/Kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *