Pesilat Cilik Sidorejo Gemilang, Aqilla Bawa Pulang Dua Emas IKS CUP 2026

aksesadim01
IMG 20260901 WA0013

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Semangat dan keberanian di atas gelanggang mengantarkan Aqilla Ayu Prasatya Utama, siswi kelas V MI Gaya Baru Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, meraih prestasi gemilang dalam Kejuaraan Pencak Silat IKS CUP 2026.

 

Pesilat cilik tersebut sukses membawa pulang dua medali emas sekaligus pada ajang yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur. Kejuaraan digelar di GOR Utama Bojonegoro pada 29–30 Agustus 2026 dan diikuti ratusan pesilat IKS.PI Kera Sakti dari berbagai daerah.

 

Dua emas itu diraih Aqilla melalui dua nomor berbeda. Emas pertama diperoleh setelah dirinya tampil sebagai juara pertama pada kategori Seni Jurus Tunggal Tangan Kosong IPSI Kelas Usia Dini 2.

 

Penampilan yang penuh konsentrasi dan penguasaan teknik membuat Aqilla mampu bersaing dengan peserta lainnya hingga keluar sebagai yang terbaik di kategori tersebut.

 

Tidak puas dengan satu gelar, Aqilla kembali turun di kategori Tanding Usia Dini 2 Kelas Under A. Dengan keberanian dan mental bertanding yang kuat, ia kembali mengakhiri pertandingan sebagai juara pertama.

 

Dua medali emas tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Aqilla yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Prestasinya menunjukkan bahwa pembinaan pencak silat sejak usia dini dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk atlet berprestasi.

 

Bagi keluarga besar MI Gaya Baru Sidorejo dan masyarakat Desa Sidorejo, pencapaian Aqilla menjadi kebanggaan tersendiri. Prestasi itu sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan menekuni olahraga secara serius.

 

IKS CUP Bojonegoro 2026 menjadi salah satu wadah bagi para pesilat untuk menguji kemampuan sekaligus menambah jam terbang pertandingan. Peserta datang dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Ngawi, Pacitan, Tuban serta berbagai wilayah di sekitar Bojonegoro.

 

Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, kejuaraan tersebut juga diarahkan sebagai ruang pembinaan atlet, pembentukan karakter, peningkatan sportivitas serta mempererat silaturahmi antaranggota IKS.PI Kera Sakti dan insan pencak silat di Jawa Timur.

 

Sejumlah unsur pemerintah daerah dan organisasi olahraga turut hadir dalam pembukaan. Di antaranya Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Pengurus Pusat IKS.PI Kera Sakti Madiun, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, KONI Kabupaten Bojonegoro, IPSI Kabupaten Bojonegoro, Pengurus Cabang IKS.PI Kera Sakti Bojonegoro, para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Bojonegoro serta Forkopimcam Dander.

 

Kejuaraan secara resmi dibuka pada Jumat (29/8/2026) oleh Ketua Umum IKS.PI Kera Sakti yang diwakili Pengurus Pusat Bidang Litbang.

 

Ketua Cabang IKS.PI Kera Sakti Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman bertanding kepada para pesilat.

 

“Kompetisi ini diharapkan mampu membentuk atlet yang disiplin, memiliki mental kuat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pembinaan atlet membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, kompetisi seperti IKS CUP diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk pesilat yang memiliki kemampuan teknik sekaligus karakter dan mental yang kuat.

 

“Ajang ini sekaligus menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga dan perguruan pencak silat dalam membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan,” katanya.

 

Sementara itu, dua emas yang diraih Aqilla menjadi pijakan awal untuk terus meningkatkan kemampuan. Usianya yang masih belia membuka peluang besar bagi pesilat asal Sidorejo tersebut untuk berkembang dan menorehkan prestasi pada level yang lebih tinggi.

 

Para peserta IKS CUP Bojonegoro 2026 juga diproyeksikan untuk terus mematangkan kemampuan sebagai persiapan menuju IKS CUP Pusat Tahun 2027, yang direncanakan berlangsung di Padepokan IKS.PI Kera Sakti.

 

Prestasi Aqilla menjadi bukti bahwa dari gelanggang pencak silat tingkat daerah, bibit-bibit atlet muda potensial dapat terus tumbuh dan dipersiapkan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

(Red/Mulyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *