Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pelaksanaan pekerjaan jalan lingkungan (jaling) di wilayah RT 12/RW 03, Desa Ngroworejo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan. Proyek yang disebut dikerjakan oleh CV Merdeka tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari penerapan keselamatan kerja, transparansi informasi proyek, proses pengecoran, hingga kualitas konstruksi.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat melaksanakan pekerjaan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proyek berlangsung.
Sorotan juga tertuju pada proses pengecoran rabat beton. Dalam pelaksanaan pengecoran, disebut tidak terlihat adanya pendampingan dari konsultan pengawas di lokasi. Kondisi tersebut perlu mendapatkan klarifikasi, mengingat pengawasan pekerjaan konstruksi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan sesuai dengan spesifikasi teknis, metode kerja, mutu material, serta ketentuan dalam dokumen kontrak.
Ketidakhadiran konsultan pengawas pada saat pengecoran, apabila benar terjadi, perlu dijelaskan oleh pihak terkait, termasuk mengenai mekanisme pengawasan dan siapa yang bertanggung jawab memastikan mutu pekerjaan pada saat proses pengecoran berlangsung.



Selain persoalan pengawasan, muncul pula sorotan terhadap bagian konstruksi, khususnya sengkang dan dudukan dowel.
Di lapangan terdapat dugaan penggunaan besi yang tidak sesuai dengan volume atau spesifikasi yang seharusnya. Dugaan tersebut tentu perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dengan mencocokkan kondisi pekerjaan dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, serta dokumen kontrak.
Pemeriksaan tersebut penting agar tidak terjadi kesimpulan sepihak mengenai kualitas maupun volume material yang digunakan.
Ketebalan Rabat Beton Juga Dipertanyakan
Kualitas pekerjaan rabat beton turut menjadi perhatian. Ketebalan beton di lapangan diduga tidak mencapai ukuran yang dipersyaratkan dan disorot kemungkinan kurang dari 5 sentimeter.
Untuk memastikan dugaan tersebut, diperlukan pengukuran secara teknis pada beberapa titik pekerjaan. Hasil pengukuran kemudian dapat dibandingkan dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam dokumen pekerjaan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak pelaksana maupun pemberi pekerjaan diharapkan memberikan penjelasan serta melakukan langkah perbaikan sesuai ketentuan.
Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
Padahal, informasi mengenai kegiatan pembangunan penting bagi masyarakat agar dapat mengetahui setidaknya identitas pekerjaan, pelaksana, sumber anggaran, nilai kegiatan, serta jangka waktu pelaksanaan.
Selain itu, keberadaan rambu-rambu keselamatan dan pengamanan lokasi pekerjaan juga perlu menjadi perhatian, terutama karena pekerjaan berlangsung di area yang masih digunakan masyarakat.
Masyarakat berharap proyek jaling tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian secara fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas, keselamatan kerja, transparansi serta kesesuaian dengan spesifikasi teknis.
Pihak terkait juga diharapkan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pekerjaan, mulai dari penggunaan besi pada sengkang dan dudukan dowel, ketebalan serta mutu beton, proses pengecoran, hingga pelaksanaan pengawasan oleh konsultan.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya ketidaksesuaian dengan spesifikasi atau kontrak, masyarakat berharap dilakukan tindakan dan perbaikan sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, CV Merdeka dan pihak konsultan pengawas masih perlu dikonfirmasi terkait berbagai sorotan tersebut. Demikian pula pihak pemberi pekerjaan diharapkan memberikan penjelasan mengenai standar pengawasan, spesifikasi teknis, serta mekanisme pengendalian mutu proyek.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi CV Merdeka, konsultan pengawas, maupun pihak terkait lainnya guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.
(Red/Tim)












