28 Tahun PJI, Soliditas dan Kepedulian Sosial Jadi Kekuatan Organisasi

aksesadim01
IMG 20261003 WA0135

Kqmpungberita.com/BOJONEGORO – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-28 di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu (3/10/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi selama hampir tiga dekade.

 

Perayaan HUT tidak sekadar diisi dengan seremoni. Sejumlah pesan mengenai pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan kapasitas jurnalistik, serta memperkuat kepedulian sosial turut mengemuka dalam kegiatan tersebut.

 

Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, menegaskan bahwa soliditas merupakan salah satu modal penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Menurutnya, PJI yang berdiri di Surabaya pada 1998 telah berkembang dengan anggota dan perwakilan yang tersebar di sejumlah daerah.

 

Meski demikian, Hartanto menyebut pembentukan perwakilan PJI di daerah dilakukan melalui proses yang selektif. Mandat maupun surat keputusan pembentukan perwakilan tidak diberikan secara sembarangan karena organisasi harus memastikan keberadaan PJI di daerah tetap berjalan sesuai tujuan.

 

“Memang tidak mudah untuk membentuk perwakilan PJI karena PJI memang selektif. PJI tidak gampang-gampang memberikan perwakilan atau memberikan mandat atau SK untuk perwakilan di daerah,” ujar Hartanto.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hartanto juga memberikan apresiasi terhadap kinerja DPC PJI Bojonegoro. Ia menilai aktivitas organisasi di Bojonegoro cukup menonjol, baik dari sisi program, kegiatan maupun keaktifan anggotanya.

 

“PJI DPC Bojonegoro yang terbaik, baik program-programnya, kegiatannya, keaktifannya. Saat ini saya nilai terbaik,” katanya.

 

Hartanto menjelaskan, PJI bukan hanya menjadi wadah berkumpulnya para wartawan dan jurnalis, tetapi juga menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman, membangun jaringan dan meningkatkan kemampuan dalam menjalankan profesi jurnalistik.

 

Ia menilai keberagaman media yang tergabung di dalam organisasi justru dapat menjadi kekuatan apabila seluruh anggota mampu menjaga persatuan.

 

“Kami memang terdiri dari media-media yang mungkin tidak terlalu besar. Tapi kami menjadi besar karena kami bersatu,” tegasnya.

 

Menurut Hartanto, kekuatan tersebut dapat terlihat dari kemampuan jaringan PJI dalam menggerakkan banyak media secara bersamaan untuk menyebarluaskan informasi.

 

“Pernah sekaligus 550 media yang mempublikasikan. Di sinilah memang kekuatan PJI, kekompakan,” ungkapnya.

 

Karena itu, ia mengingatkan seluruh jajaran PJI agar tidak membiarkan semangat persatuan dan kebersamaan melemah.

 

“Saya tekankan, kekompakan ini jangan sampai luntur,” tandas Hartanto.

 

PJI Bojonegoro Perkuat Peran Sosial

 

Sementara itu, Ketua DPC PJI Bojonegoro, Syamsul Anam, mengatakan bahwa aktivitas organisasi di daerah tidak hanya diarahkan pada kegiatan jurnalistik. PJI Bojonegoro juga berupaya menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

 

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni membantu pemasangan sambungan listrik gratis bagi warga yang membutuhkan. Program tersebut, kata Anam, dilaksanakan secara berkala.

 

“Setiap tiga bulan sekali, PJI Bojonegoro melakukan pemasangan listrik gratis untuk dua penerima manfaat,” jelasnya.

 

Selain bantuan pemasangan listrik, PJI Bojonegoro juga mengambil bagian dalam penanganan persoalan kekeringan melalui distribusi air bersih kepada warga yang membutuhkan.

 

“Ketika musim kekeringan, PJI Bojonegoro juga menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.

 

Menurut Anam, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi agar keberadaan PJI tidak hanya dirasakan melalui produk pemberitaan, tetapi juga melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

 

Momentum Memperkuat Kebersamaan

 

Rangkaian HUT ke-28 PJI di Bojonegoro juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi terhadap perjalanan dan kegiatan organisasi.

 

Kegiatan tersebut mempertemukan jajaran PJI, insan pers serta sejumlah pemangku kepentingan dalam suasana silaturahmi.

 

Memasuki usia 28 tahun, PJI dihadapkan pada dinamika dunia media yang terus berkembang. Tantangan tersebut membutuhkan organisasi yang tidak hanya mampu menjaga profesionalisme jurnalistik, tetapi juga memiliki soliditas internal dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

 

Bagi PJI Bojonegoro, momentum HUT ke-28 menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah media yang tergabung, melainkan dari kemampuan seluruh anggota untuk menjaga kebersamaan, menjalankan program dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Dengan semangat tersebut, perjalanan PJI selama 28 tahun diharapkan tidak berhenti pada perayaan ulang tahun, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas dan kontribusi sosial organisasi di masa mendatang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *