Kampungberita.com/BOJONEGORO 2/11/2026 – Beredarnya foto menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepoh 2 menuai sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan kelayakan menu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, khususnya para siswa.
Dalam foto yang beredar, terlihat satu porsi makanan berisi nasi putih campur jagung, lauk berupa olahan telur, tahu, sedikit sayuran, serta buah yang dibungkus menggunakan daun pisang dan plastik. Komposisi menu tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan karena dinilai belum mencerminkan sajian makanan bergizi yang diharapkan dalam pelaksanaan program MBG.
Keluhan juga berkembang di tengah masyarakat. Beredar informasi bahwa sebagian menu yang dibagikan diduga tidak dihabiskan oleh para siswa. Namun, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak sekolah, penerima manfaat, maupun pengelola SPPG Kepoh 2.
Masyarakat mempertanyakan apakah komposisi, porsi, variasi, serta kandungan gizi makanan yang diberikan telah sesuai dengan standar pemenuhan gizi dalam program MBG. Pasalnya, program tersebut tidak sekadar bertujuan membagikan makanan, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi yang layak, aman, dan sesuai kebutuhan.
Masyarakat berharap Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun melakukan pengecekan dan evaluasi langsung terhadap operasional SPPG Kepoh 2. Pemeriksaan diharapkan mencakup kualitas bahan pangan, komposisi menu, kecukupan gizi, standar porsi, hingga mekanisme pengawasan dan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian terhadap standar dan ketentuan yang berlaku, masyarakat meminta agar BGN mengambil langkah pembinaan maupun memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran dan ketentuan yang berlaku.
Program MBG merupakan program yang menyangkut kepentingan kesehatan dan masa depan generasi muda. Karena itu, kualitas makanan tidak boleh hanya dilihat dari terpenuhinya proses distribusi, tetapi juga harus memperhatikan kandungan gizi, kelayakan, kebersihan, keamanan pangan, serta tingkat penerimaan makanan oleh para siswa.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPPG Kepoh 2 maupun pihak terkait mengenai komposisi menu yang dipersoalkan tersebut,meski awak media sudah berusaha konfirmasi melalui pesan singkat tp belum ada respon.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola SPPG Kepoh 2 serta pihak Badan Gizi Nasional guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
Masyarakat berharap program MBG benar-benar menghadirkan makanan bergizi bagi anak-anak, bukan sekadar memenuhi kewajiban pembagian makanan setiap hari.
(Red/tim)










