Kampungberita.com/PRINGSEWU – Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila menghadiri pengajian akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Khotmil Qutub, Khotmil Quran, Haul ke-5 Al-Habib Yahya bin Hamid Assegaf, Haul ke-10 Syekh Abdul Hasan Asy-Syadzili, serta tasyakuran Walimatul Ursy.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Jati Agung, Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Ahad (23/8/2026). Acara turut dihadiri jajaran pemerintah daerah dan kecamatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), PCNU, keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Jati Agung, para ulama, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wabup Umi Laila menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Momentum ini hendaknya kita jadikan sarana untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT serta memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Umi Laila.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan Khotmil Quran dan Khotmil Qutub. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan doa orang tua, keikhlasan para guru, kesabaran para kiai, serta kerja keras dan ketekunan para santri.
Sementara itu, terkait kegiatan haul, Umi Laila menilai momentum tersebut memiliki makna mendalam karena menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan para ulama.
“Seseorang tidak benar-benar meninggalkan dunia selama ilmu yang diajarkannya masih diamalkan, santri-santrinya masih berdakwah, dan doa-doanya masih hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, religius, dan berkemajuan.
“Mari kita rawat kebersamaan antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Pringsewu yang Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul dan Religius,” ajaknya.
Pemkab Pringsewu, lanjut Umi Laila, juga berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan pendidikan keagamaan. Pemerintah daerah meyakini bahwa pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan maupun gedung, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Daerah yang maju bukan hanya daerah yang tinggi pertumbuhan ekonominya, tetapi juga daerah yang masyarakatnya beriman, berilmu, berakhlak, dan saling menghormati,” pungkasnya.
Kegiatan pengajian akbar tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, ulama, pesantren, santri, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
(*)












