Pemkab Bojonegoro Gembleng 150 Pemuda Jadi Wirausahawan Tangguh dan Adaptif

aksesadim01
Whatsapp image 2026 08 26 at

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat upaya pengembangan kewirausahaan di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui Bootcamp UMKM/Pemuda yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Rabu (26/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Di hadapan para peserta, ia mendorong generasi muda agar berani mengambil peluang, memiliki mental kuat, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan dunia usaha.

 

Menurut Nurul, tantangan kehidupan dan dunia kerja ke depan semakin kompleks. Karena itu, pemuda perlu memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengambil risiko secara terukur.

 

“Dunia ke depan penuh dengan tantangan. Ada dua pilihan jalur hidup, tetap berada di zona nyaman tanpa berani mengambil risiko, atau menjadi seorang petarung. Jiwa petarung mungkin jatuh berulang kali, tetapi ia akan selalu bangkit dan tidak pernah menyerah pada keadaan,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan kesempatan mengikuti bootcamp sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas jaringan usaha.

 

Nurul menekankan pentingnya prinsip yen ora obah, ora mamah, yang bermakna bahwa seseorang harus bergerak dan berikhtiar untuk memperoleh hasil. Menurutnya, peluang tidak akan datang apabila tidak dibarengi keberanian untuk bertindak.

 

“Kesempatan emas seperti ini tidak datang dua kali. Manfaatkan ilmu dan jaringan yang didapat dari narasumber dengan sebaik-baiknya. Ubah pola pikir dan tindakanmu hari ini untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengatakan minat pemuda terhadap dunia kewirausahaan cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar program yang mencapai 215 orang.

 

Setelah melalui proses seleksi administrasi, Dinpora menetapkan 150 peserta terbaik yang berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

 

“Dari 215 pendaftar, kami melakukan seleksi ketat dan memilih 150 peserta terbaik yang tersebar dari 24 kecamatan. Selamat kepada adik-adik yang lolos,” kata Arief.

 

Ia menjelaskan, bootcamp tersebut dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga menitikberatkan pada praktik. Para peserta akan diarahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki peluang dikembangkan dan bersaing di pasar.

 

Program berlangsung mulai 27 Agustus hingga 9 September 2026. Peserta akan mengikuti pelatihan secara intensif selama tiga hari di masing-masing lokasi dengan pendampingan dari enam mitra lembaga pelatihan profesional yang memiliki kompetensi di berbagai bidang.

 

Adapun bidang usaha peserta cukup beragam, mulai dari olahan pangan dan hasil pertanian, budidaya jamur tiram, pertanian modern, affiliator digital, jasa Master of Ceremony (MC), hingga kerajinan tangan.

 

Arief menambahkan, program tersebut memiliki target jangka panjang, yakni melahirkan wirausahawan muda baru sekaligus meningkatkan kapasitas pemuda yang telah menjalankan usaha.

 

“Target utama melahirkan wirausahawan muda baru (startup) serta memperkuat kapasitas pemuda yang sudah memiliki bisnis. Ketika bisnis mereka tumbuh dan berdaya, mereka dapat merekrut tenaga kerja lokal,” jelasnya.

 

Pertumbuhan usaha pemuda diharapkan turut membuka lapangan pekerjaan baru serta mendukung pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor informal menuju sektor formal.

 

Pemkab Bojonegoro menempatkan program bootcamp sebagai stimulus awal bagi pemuda agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Selain keterampilan teknis, peserta juga didorong membangun jejaring bisnis.

 

Pengalaman dari para alumni program sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan antarpeserta dapat terus berkembang setelah pelatihan berakhir. Jejaring tersebut bahkan berpotensi melahirkan kolaborasi dan pengembangan usaha bersama.

 

Melalui program ini, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak pemuda yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.

(Red/Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *