Rehabilitasi Embung Rowoglandang Diperkuat, Dukung Ketahanan Air Pertanian di Tambakrejo

aksesadim01
HWbYyF1A2jrsLAwR

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat infrastruktur sumber daya air sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air untuk sektor pertanian. Salah satunya melalui rehabilitasi Embung Rowoglandang di Desa Gading, Kecamatan Tambakrejo.

 

Pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro tersebut difokuskan pada penguatan tebing embung. Langkah ini penting untuk menjaga kestabilan konstruksi, mencegah potensi kerusakan, sekaligus mempertahankan kapasitas tampungan air agar tetap berfungsi secara optimal.

 

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, Embung Rowoglandang merupakan infrastruktur eksisting yang memiliki peran penting dalam menunjang ketersediaan air bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan pertanian.

 

“Embung Rowoglandang merupakan embung eksisting yang memiliki fungsi penting dalam mendukung ketersediaan air. Melalui rehabilitasi, khususnya penguatan tebing, kami berharap kondisi embung semakin kuat dan stabil sehingga fungsi tampungan air dapat terus terjaga,” ujar Retno Wulandari.

 

Embung Rowoglandang melayani daerah irigasi dengan luas baku sekitar 42,28 hektare. Dengan luasan tersebut, keberadaan embung memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan air pertanian, terutama dalam menghadapi potensi kekeringan.

 

Ketersediaan air yang lebih terjaga diharapkan mampu membantu petani mempertahankan produktivitas lahan sekaligus meningkatkan intensitas tanam. Dengan demikian, keberadaan infrastruktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan air, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah sekitar.

 

Retno menjelaskan, optimalisasi embung juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Selain untuk irigasi, keberadaan sumber air dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan perikanan maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar embung sesuai dengan kondisi dan peruntukannya.

 

“Dengan ketersediaan air yang lebih terjaga, kami berharap kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi dan ketahanan pangan di wilayah sekitar juga semakin kuat,” jelasnya.

 

Menurut Retno, keberlanjutan fungsi embung tidak hanya ditentukan oleh kualitas fisik bangunan. Keterlibatan masyarakat dan petani dalam menjaga kebersihan embung, jaringan irigasi, serta penggunaan air secara bijak juga menjadi faktor penting.

 

“Kami mengimbau masyarakat dan petani di sekitar embung untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kapasitas tampungan dan jaringan irigasi. Penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak dan proporsional agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Retno.

 

Melalui rehabilitasi tersebut, Embung Rowoglandang diharapkan semakin kokoh dan optimal dalam menjalankan fungsi tampungan air. Infrastruktur ini sekaligus diharapkan menjadi salah satu penopang keberlanjutan pelayanan air bagi masyarakat Desa Gading dan sekitarnya, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian.

(Red/Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *