Dugaan Material Rabat/LC Serta Pedel Dikurangi, Pekerjaan Jalan di Menilo Soko Disorot Warga

aksesadim01
File 00000000f41081fa90371bd433b56b37

Kampungberita.com/TUBAN 28/8/2026 – Pekerjaan peningkatan jalan di wilayah Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapat sorotan masyarakat. Warga menduga terdapat ketidaksesuaian pada penggunaan material, khususnya ketebalan rabat/LC dan lapisan pedel yang dinilai terlalu tipis.

Dari dokumentasi yang diterima, kondisi permukaan jalan tampak dipenuhi material agregat dengan sejumlah bagian yang terlihat belum tertata secara optimal. Namun, dugaan pengurangan volume maupun ketebalan material tersebut masih perlu dilakukan pengukuran dan pemeriksaan secara teknis oleh pihak yang berwenang.

Selain persoalan kualitas pekerjaan, warga juga mengeluhkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung. Jalan yang relatif sempit dan ramai disebut tidak dilengkapi flagman atau petugas pengatur lalu lintas secara memadai.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan ketika dua kendaraan dari arah berlawanan bertemu di lokasi pekerjaan. Masyarakat berharap pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait segera memperhatikan kondisi tersebut demi keselamatan pengguna jalan.

File 00000000616c81fab724dd35eb0c0683

Yang menjadi sorotan lainnya, di lokasi pekerjaan disebut tidak terlihat papan informasi proyek. Padahal, informasi mengenai pekerjaan pembangunan menjadi penting bagi masyarakat agar dapat mengetahui sumber anggaran, volume pekerjaan, nilai kontrak, pelaksana, serta masa pelaksanaan proyek.

Warga pun meminta dinas terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap kualitas dan volume pekerjaan. Jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian, masyarakat berharap dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan.

“Harapan kami dinas terkait jangan hanya menerima laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi pekerjaan dan melakukan pengukuran. Kalau memang diperlukan, Inspektorat maupun BPK juga bisa melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Masyarakat menegaskan, pembangunan infrastruktur menggunakan anggaran negara harus dikerjakan secara transparan, sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan adanya pengurangan material maupun ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pelaksana dan instansi terkait. Pemeriksaan teknis di lapangan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan kontrak dan spesifikasi yang ditetapkan.

(Red/Andik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *