Pemkab Bojonegoro Dorong Sosialisasi Seismik 2D Berjalan Terkoordinasi hingga Desa

aksesadim01
1000413482

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyambut rencana pelaksanaan survei seismik darat 2D sebagai bagian dari upaya pencarian potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru. Agar pelaksanaannya berjalan tertib dan mendapat pemahaman yang baik dari masyarakat, Pemkab mendorong sosialisasi dilakukan secara terkoordinasi hingga tingkat desa.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menghadiri sosialisasi rencana survei seismik di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (28/8/2026).

 

Wabup meminta pihak pelaksana terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan sebelum melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Koordinasi dinilai penting untuk menyesuaikan pihak yang perlu dilibatkan, lokasi kegiatan, serta waktu pelaksanaan dengan kondisi masing-masing wilayah.

 

“Kalau nanti akan melaksanakan sosialisasi, tolong koordinasinya kepada para camat. Biar nanti sekalian siapa yang diundang, bertempat di mana, kemudian waktunya kapan,” kata Nurul Azizah.

 

Menurutnya, survei seismik merupakan tahapan awal dalam kegiatan eksplorasi migas. Melalui survei tersebut, dapat diperoleh gambaran mengenai kondisi struktur bawah permukaan bumi sekaligus melihat kemungkinan adanya potensi cadangan migas.

 

Namun, hasil survei tidak serta-merta menjadi dasar bahwa kegiatan eksploitasi atau pengeboran akan dilakukan di lokasi tersebut. Keputusan untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya tetap bergantung pada hasil kajian dan potensi yang ditemukan.

 

“Survei ini baru melihat rencana dan mendeteksi berbagai kemungkinan. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, belum tentu kegiatan selanjutnya dilakukan di tempat tersebut,” jelasnya.

 

Wabup menjelaskan, pencarian cadangan migas baru menjadi penting di tengah perubahan tingkat produksi migas di Bojonegoro. Produksi yang sebelumnya pernah mencapai sekitar 231 ribu barel per hari pada 2021, saat ini berada di kisaran 157 ribu barel per hari.

 

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya eksplorasi untuk menemukan potensi cadangan baru. Apabila survei menghasilkan temuan yang prospektif dan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya, peningkatan produksi migas diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 

“Dengan adanya survei seismik ini kemudian menghasilkan produk yang diharapkan, utamanya minyak dan gas, tentu ke depan baru bisa kita rasakan kalau hasilnya bisa menambah produksi,” ujarnya.

 

Nurul Azizah menambahkan, sektor migas juga memiliki keterkaitan dengan penerimaan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Karena itu, Pemkab Bojonegoro terus menyesuaikan perencanaan dan pengelolaan anggaran dengan kondisi penerimaan daerah agar berbagai program prioritas pembangunan tetap dapat dilaksanakan.

 

Sementara itu, perwakilan Pertamina EP Asset 4, Yulian, mengatakan survei seismik menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri migas. Cadangan yang terus diproduksikan secara bertahap akan berkurang sehingga diperlukan eksplorasi untuk menemukan sumber cadangan baru.

 

“Tabungan kita makin lama makin habis. Berarti kita harus mencari pekerjaan baru untuk bisa mengisi. Cadangan itu tidak mungkin kami cari kalau kami tidak melakukan seismik,” ungkapnya.

 

Yulian menjelaskan, survei seismik memiliki karakteristik berbeda dengan kegiatan pengeboran. Jika pengeboran dilakukan pada titik tertentu, survei seismik memiliki cakupan wilayah yang lebih luas untuk memetakan kondisi bawah permukaan.

 

Dalam rencana yang dipaparkan, lintasan survei seismik darat 2D akan mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

 

Pelaksanaan survei akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal diawali dengan sosialisasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah, kecamatan, hingga pemerintah desa sebelum kegiatan lapangan dilaksanakan.

 

Pihak Pertamina EP juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bojonegoro karena memberikan ruang untuk menyampaikan informasi mengenai rencana kegiatan sejak tahap awal kepada pemerintah daerah dan para camat.

 

“Di Tuban, Alhamdulillah kami sudah melakukan sosialisasi dan penerimaannya cukup baik. Kami juga bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk menyampaikan di awal di Bojonegoro,” ujarnya.

 

Pemkab Bojonegoro berharap koordinasi yang dilakukan sejak awal mampu menciptakan komunikasi yang terbuka antara pelaksana kegiatan dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, rencana survei seismik dapat berjalan secara tertib, transparan, serta tetap memperhatikan kondisi dan kepentingan masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

(Red/Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *