Bojonegoro Tawarkan Investasi Agroindustri, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Regional

aksesadim01
IMG 20261006 WA0024

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperluas langkah strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah. Tidak hanya mengandalkan potensi sumber daya yang dimiliki, Bojonegoro mulai membuka ruang lebih besar bagi investasi sekaligus memperluas pemasaran produk unggulan masyarakat.

 

Langkah tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Kabupaten Bojonegoro dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026 dan Jatim Fest 2026 yang digelar di Grand City Exhibition Hall Surabaya, 30 September hingga 4 Oktober 2026.

 

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

 

Melalui EJIF 2026, Bojonegoro memperkenalkan salah satu peluang investasi potensial di sektor agroindustri, yakni Poultry Feed Industry Development Project, berupa pengembangan industri pakan ternak di Kecamatan Kedungadem.

 

Pengembangan industri pakan ternak tersebut menjadi salah satu proyek yang ditawarkan kepada calon investor dalam forum investasi Jawa Timur. Sektor agroindustri dinilai memiliki ruang pengembangan yang cukup besar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sektor peternakan dan rantai pasok pangan.

 

Selain industri pakan ternak, sejumlah peluang investasi lain di sektor agroindustri yang turut dipetakan antara lain peternakan sapi terpadu, pengolahan udang, usaha peternakan, serta rumah potong hewan halal.

 

EJIF 2026 mengangkat tema “EmpoWering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment.” Forum ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pemilik proyek, investor, perbankan, asosiasi dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

 

Sejumlah skema pertemuan bisnis juga disiapkan untuk mempertemukan proyek dengan calon investor, mulai dari project showcase, business matching, one-on-one meeting hingga many-to-many meeting.

 

Bagi Bojonegoro, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan secara langsung peluang investasi yang tersedia sekaligus membangun komunikasi dengan pelaku usaha yang memiliki minat mengembangkan bisnis di daerah.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan iklim investasi tidak hanya bergantung pada potensi ekonomi, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur, konektivitas dan kemudahan berusaha.

 

Menurutnya, pengembangan kawasan ekonomi harus didukung infrastruktur transportasi dan energi, kawasan industri, serta konektivitas antarwilayah. Ketersediaan berbagai komponen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.

 

Dalam EJIF 2026, sebanyak 28 proyek investasi telah dipetakan untuk ditawarkan kepada investor dengan total nilai sekitar Rp73,77 triliun. Proyek tersebut tersebar pada berbagai sektor strategis, di antaranya manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur dan kawasan industri.

 

Produk Lokal Bojonegoro Diperkenalkan di Jatim Fest

 

Selain membidik investasi, Pemkab Bojonegoro juga memanfaatkan Jatim Fest 2026 sebagai ruang promosi bagi produk kreatif dan kerajinan masyarakat.

 

Melalui Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, berbagai produk unggulan lokal ditampilkan. Produk tersebut meliputi wastra dan batik, kerajinan rajut, aksesori hingga produk berbahan kayu.

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono mengatakan keikutsertaan dalam Jatim Fest menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk-produk kreatif Bojonegoro kepada masyarakat yang lebih luas.

 

“Hari ini kami berkesempatan ada di Grand City Mall Surabaya dalam rangka Jatim Fest 2026. Stan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro ada di Jatim Fest 2026,” ujar Cantika.

 

Menurutnya, kehadiran produk lokal dalam kegiatan tersebut tidak sebatas menjadi ajang pameran. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi pintu untuk memperluas jejaring pemasaran dan memperkenalkan potensi produk kreatif Bojonegoro di tingkat regional.

 

Keikutsertaan Bojonegoro dalam EJIF dan Jatim Fest 2026 sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah daerah mengembangkan ekonomi melalui dua jalur yang saling melengkapi.

 

Investasi diarahkan untuk membuka peluang tumbuhnya sektor produktif dan industri baru, sementara produk ekonomi kreatif serta kerajinan masyarakat didorong agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah.

 

Dengan membuka akses investasi sekaligus memperkuat promosi produk lokal, potensi yang selama ini dimiliki Bojonegoro diharapkan dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

 

Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Bojonegoro sebagai salah satu daerah yang memiliki prospek dalam pengembangan agroindustri, investasi, ekonomi kreatif dan industri berbasis potensi lokal.

 

Pada akhirnya, keberhasilan strategi tersebut tidak hanya diukur dari masuknya investasi, tetapi juga dari sejauh mana investasi dan pengembangan produk lokal mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro.

(Red/Prok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *