Bupati Bojonegoro Tekankan Keteladanan Kepala Sekolah untuk Perkuat Mutu Pendidikan

aksesadim01
IMG 20260821 WA0140

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Penguatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Salah satunya melalui pengisian dan penyegaran jabatan di lingkungan satuan pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

 

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melantik sekaligus mengambil sumpah/janji jabatan sejumlah kepala sekolah dan pejabat fungsional tertentu di Pendopo Malowopati, Kamis (20/8/2026).

 

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya memastikan roda pelayanan pendidikan berjalan optimal di tengah kebutuhan dan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

 

Dalam arahannya, Setyo Wahono mengingatkan para kepala sekolah dan tenaga pendidik bahwa tugas di dunia pendidikan bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, kemampuan, serta masa depan generasi penerus.

 

“Ke depan negara ini sangat bergantung kepada Bapak Ibu. Bapak Ibu guru adalah orang tua kedua bagi anak-anak kita. Orang tua pertama adalah bapak ibu kandungnya, sedangkan orang tua kedua adalah bapak ibu guru,” ujar Setyo.

 

Ia meminta para kepala sekolah mampu menjadi teladan bagi guru dan peserta didik. Kepemimpinan di sekolah, menurutnya, harus diwujudkan melalui perhatian terhadap perkembangan siswa, evaluasi proses pembelajaran, serta pemenuhan kebutuhan belajar anak.

 

“Jadilah contoh dan suri teladan bagi guru maupun siswa. Perkembangan anak harus terus dipantau dan proses pendidikannya juga harus dievaluasi,” tegasnya.

 

Setyo juga menyoroti perubahan perilaku dan pola kehidupan anak-anak yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital. Kondisi tersebut menuntut dunia pendidikan untuk tidak tertinggal, tetapi mampu beradaptasi sekaligus mengarahkan pemanfaatan teknologi ke hal-hal yang mendukung pembelajaran.

 

Karena itu, kepala sekolah diminta membangun sinergi dengan berbagai program pendidikan serta memahami tantangan yang muncul akibat perubahan zaman.

 

“Kepala sekolah harus bersinergi dengan berbagai program dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk mengantisipasi kebiasaan anak-anak dalam menggunakan berbagai perangkat dan teknologi digital,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa rotasi maupun perpindahan penugasan tidak dapat dimaknai sebagai bentuk penilaian negatif terhadap pejabat atau guru yang sebelumnya bertugas di suatu sekolah.

 

Menurutnya, perpindahan tersebut merupakan bagian dari regulasi dan kebutuhan organisasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan, termasuk di bidang pendidikan.

 

“Terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian atas kerja kerasnya. Terutama Bapak Ibu guru yang kemarin berada di tempat lama dan sekarang bertugas di tempat baru. Ini bukan berarti ada kekurangan, tetapi memang bagian dari aturan dan regulasi yang ada,” ungkapnya.

 

Setyo berharap seluruh pejabat yang memperoleh amanah baru dapat menjalankan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

 

Ia juga mengajak para kepala sekolah dan tenaga pendidik menjadikan tugas tersebut sebagai bagian dari perjuangan bersama dalam menyiapkan generasi masa depan.

 

“Selamat bertugas, selamat berjuang, dan selamat memberikan inspirasi untuk generasi emas Bojonegoro 2045,” pungkasnya.

(Red/Prok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *