Sapa Bupati Bahas Wajah Baru Bojonegoro, Pasar Kota Diminta Ramah bagi Penyandang Disabilitas

aksesadim01
IMG 20260903 WA0205

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi terkait pembangunan daerah. Hal itu dilakukan melalui Dialog Interaktif Sapa Bupati yang digelar di Pendopo Malowopati, Kamis (3/9/2026).

 

Mengusung tema “Menata Kota, Memudahkan Warga”, forum tersebut membahas sejumlah agenda strategis pembangunan, mulai dari penataan ruang publik, infrastruktur, revitalisasi pasar rakyat, pengaturan lalu lintas, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

 

Dialog dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro bersama jajaran Asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa/lurah, serta sejumlah perwakilan masyarakat. Masyarakat juga dapat mengikuti jalannya kegiatan melalui kanal daring.

 

Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, memaparkan sejumlah rencana penataan kawasan perkotaan.

 

Penataan ruang publik diarahkan untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman sekaligus mendukung mobilitas masyarakat. Beberapa titik strategis yang menjadi perhatian pemerintah di antaranya Alun-Alun Bojonegoro, kawasan Masjid Darussalam, dan Taman Rajekwesi.

 

Selain ruang publik, revitalisasi pasar rakyat turut menjadi pembahasan penting. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Moh. Akhmadi, menjelaskan bahwa pembenahan pasar tidak hanya berorientasi pada perbaikan bangunan.

 

Menurutnya, penataan juga mencakup zonasi pedagang, sanitasi, pengelolaan sampah, drainase, ruang terbuka hijau, fasilitas umum, keamanan, serta sistem parkir.

 

Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih tertib, aman, nyaman, dan memiliki daya saing sehingga dapat mendukung geliat perdagangan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Disabilitas Minta Akses Pasar Diperhatikan

 

Pembahasan revitalisasi Pasar Kota turut mendapat perhatian dari kelompok penyandang disabilitas. Perwakilan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Bojonegoro menyampaikan aspirasi agar aspek aksesibilitas menjadi bagian dari perencanaan pembangunan pasar.

 

Salah satu usulan yang disampaikan yakni penyediaan guiding block sebagai fasilitas yang dapat membantu penyandang tunanetra dalam bernavigasi di lingkungan pasar.

 

Aspirasi tersebut mendapat respons positif dari Bupati Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa pembangunan Pasar Kota tidak semata-mata diarahkan untuk mengubah kondisi fisik, tetapi juga harus dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

“Insyaallah nanti pasarnya untuk disabilitas juga menjadi bagian dari perhatian kami,” tegasnya.

 

Tidak hanya persoalan tata kota dan pasar, masyarakat dalam dialog tersebut juga menyampaikan beragam aspirasi lainnya. Di antaranya menyangkut pengaturan kawasan dan lalu lintas, pembangunan infrastruktur pertanian, bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, beasiswa, dukungan bagi penyandang disabilitas, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan perekonomian masyarakat. Infrastruktur yang semakin baik dinilai perlu diikuti dengan penguatan kapasitas dan kemandirian warga agar dampak pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

 

Salah satu program pemberdayaan yang turut mendapat sorotan adalah Gayatri, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong keluarga prasejahtera agar memiliki kemampuan meningkatkan kemandirian ekonomi.

 

Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat dalam forum Sapa Bupati selanjutnya akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait. Termasuk aspirasi mengenai audiensi dari masyarakat maupun kelompok penyandang disabilitas.

 

Melalui forum dialog tersebut, Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembangunan kota tidak sekadar berorientasi pada perubahan fisik.

 

Penataan kawasan perkotaan diharapkan mampu menghadirkan ruang publik dan layanan yang lebih tertib, nyaman, inklusif, aman, serta mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

 

Dengan konsep tersebut, pembangunan Bojonegoro diharapkan bukan hanya mengubah wajah kota menjadi lebih tertata, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap mobilitas, aktivitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

(Red/Prok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *