Kampungberita.com/MOJOKERTO, Kampungberita.com — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik, terutama terkait kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan, serta kecukupan gizi bagi anak-anak penerima manfaat.
Di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah wilayah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.
SPPG Japanan Kemlagi yang dikelola S. Marlinda I.K. berupaya memastikan setiap tahapan pelayanan, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian makanan, dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan dan kebutuhan gizi anak.
Pemilik SPPG Japanan Kemlagi, S. Marlinda I.K., mengatakan bahwa pelaksanaan program MBG merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan secara penuh tanggung jawab. Menurutnya, makanan yang diberikan kepada anak-anak tidak boleh dipandang sekadar sebagai hidangan harian, tetapi harus benar-benar memperhatikan kualitas dan manfaatnya bagi kesehatan.
“Kami akan berusaha menjaga amanah dengan menyediakan menu sebaik mungkin guna melaksanakan program Presiden Prabowo, khususnya makanan bergizi bagi anak-anak. Kami juga berharap kepada SPPG lainnya agar bersama-sama menjaga mutu dan gizi makanan yang disajikan,” ujar Marlinda.
Kualitas Makanan Menjadi Prioritas
Marlinda menegaskan, keberhasilan program MBG tidak semata-mata dilihat dari seberapa banyak makanan yang dapat disalurkan. Lebih dari itu, kualitas makanan yang diterima anak-anak menjadi bagian penting dari keberhasilan program.
Menurutnya, kebersihan bahan baku, proses memasak, kebersihan lingkungan dapur, pengemasan, penyimpanan hingga distribusi harus menjadi perhatian seluruh pengelola SPPG.
“Program MBG bukan hanya soal memberikan makanan, tetapi bagaimana makanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Karena itu, kualitas, kebersihan, dan kandungan gizinya harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.
Ia berharap makanan bergizi yang diberikan secara rutin dapat mendukung kesehatan, konsentrasi dan aktivitas belajar para siswa.
Pemenuhan gizi yang baik, lanjutnya, merupakan salah satu investasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Berpotensi Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, keberadaan program MBG juga dinilai memiliki potensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar SPPG.
Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dapat membuka peluang keterlibatan berbagai sektor, mulai dari petani, peternak, pedagang, pelaku UMKM hingga tenaga kerja lokal.
“Program ini juga membuka lapangan kerja melalui operasional dapur dan rantai pasok pangan lokal,” kata Marlinda.
Menurutnya, apabila pengadaan bahan pangan dilakukan dengan memperhatikan standar kualitas serta ketentuan yang berlaku, dapur MBG dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem ekonomi lokal.
“Dapur-dapur MBG bisa menyerap hasil panen petani, produk peternak lokal maupun hasil pangan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan makanan bergizi, program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Karena itu, sinergi antara pengelola SPPG, pemasok bahan pangan dan masyarakat sekitar dinilai penting agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.
Sorotan Publik Dijadikan Bahan Evaluasi
Marlinda juga menyadari bahwa pelaksanaan program MBG secara nasional tidak lepas dari kritik dan perhatian masyarakat. Berbagai pemberitaan mengenai kualitas makanan, distribusi maupun keamanan pangan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, kritik terhadap program sebaiknya dipandang sebagai masukan untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kalau ada pemberitaan atau persoalan mengenai makanan yang kurang baik, mari kita jadikan evaluasi bersama. Jangan sampai anak-anak menjadi korban. Kita harus berusaha menjaga agar menu yang disajikan lebih sehat, lebih higienis, aman dan benar-benar bermanfaat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut melakukan pengawasan secara konstruktif. Apabila ditemukan persoalan, masyarakat diharapkan menyampaikan masukan melalui mekanisme yang tepat sehingga dapat menjadi bahan perbaikan.
Bangun Kepercayaan Melalui Pelayanan
SPPG Japanan Kemlagi menyatakan akan terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang bertanggung jawab.
Bagi Marlinda, setiap makanan yang disajikan kepada anak-anak memiliki tanggung jawab yang besar karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan masa depan generasi penerus.
Program MBG juga membutuhkan sinergi banyak pihak. Pemerintah, pengelola SPPG, tenaga kerja, pemasok bahan pangan, sekolah dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Di tengah beragam pandangan publik terhadap pelaksanaan MBG, peningkatan kualitas pelayanan di tingkat lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
SPPG Japanan Kemlagi berharap pelaksanaan program tersebut dapat terus ditingkatkan dengan mengedepankan keamanan pangan, kecukupan gizi, kebersihan, ketepatan distribusi serta pengawasan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang makanan yang sampai ke tangan anak-anak, tetapi juga tentang upaya bersama memastikan setiap makanan yang diberikan aman, layak, higienis dan memiliki nilai gizi yang sesuai.
Dengan komitmen terhadap mutu, keterbukaan terhadap evaluasi dan pengawasan, serta kepedulian terhadap kebutuhan gizi anak, SPPG Japanan Kemlagi berupaya mengambil bagian dalam mewujudkan pelaksanaan program MBG yang semakin baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Johanes/red)












