Kampungberita.com/BOJONEGORO — Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung penuh keakraban. Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjadi momen istimewa, mengingat sekolah tersebut merupakan bagian dari perjalanan pendidikannya.
Pratikno kembali ke almamaternya pada Sabtu (22/8/2026). Di hadapan para siswa, ia tidak hanya bernostalgia, tetapi juga membagikan motivasi agar generasi muda berani bermimpi, tekun belajar, serta membangun karakter sejak bangku sekolah.
Interaksi dengan para pelajar berlangsung cair. Pratikno mengajak siswa mengikuti kuis dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil menjawab pertanyaan. Kegiatan tersebut menjadi sarana sederhana untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, sekaligus membangun suasana belajar yang menyenangkan.
Sejumlah siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. M. Alif Arsyhavin dan Lintang Rafardhan S. menjadi dua di antara pelajar yang maju dan mendapatkan hadiah setelah mengikuti kuis.
Di hadapan para siswa, Pratikno berpesan agar keberhasilan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik. Menurutnya, generasi muda juga harus memiliki kesehatan fisik, mental yang kuat, kemampuan bersosialisasi, menjunjung budaya, serta memiliki nilai moral dan spiritual.
“Jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga berolahraga. Harus bersendi budaya. Intinya, kalian harus menjadi manusia yang lengkap, sehat, akademiknya bagus, berkawan, mentalnya kuat, dan taat beribadah,” pesan Pratikno.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk menghormati orang tua dan guru. Peran pendidik, menurutnya, tidak sebatas menyampaikan pelajaran, tetapi turut membentuk karakter dan ketangguhan generasi muda.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan dunia digital. Dalam kesempatan lain pada momentum yang sama, Pratikno menyoroti pentingnya pendampingan terhadap anak dalam penggunaan teknologi, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan (AI), agar teknologi tidak mengurangi kemampuan anak dalam berpikir kritis dan mengambil keputusan secara mandiri.
Selain berdialog dengan siswa, Pratikno juga meresmikan dan meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Kehadirannya sekaligus menjadi simbol bahwa perjalanan pendidikan seorang anak dapat menjadi fondasi untuk meraih pengabdian yang lebih luas di masa depan.
Bagi keluarga besar SMPN 1 Padangan, kepulangan Pratikno bukan sekadar kunjungan seorang pejabat negara. Momen tersebut menjadi pesan nyata bagi para pelajar bahwa cita-cita dapat diraih melalui pendidikan, kerja keras, keberanian dan karakter yang kuat.
Dari sekolah di Padangan, pesan yang dibawa Pratikno sederhana namun kuat: belajar dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, bangun pertemanan yang baik, hormati guru dan orang tua, serta berani mengejar cita-cita.
(Red)












