Vendor Lokal Susun Rencana Blokade Sumur Banyu Geni-01, Janji Pembayaran PT ESS Dipersoalkan

aksesadim01
IMG 20260822 WA0014

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Rencana kegiatan di Sumur Banyu Geni-01 kembali menjadi sorotan. Bukan karena kabar pengeboran telah rampung, melainkan munculnya persoalan antara sejumlah vendor lokal dengan PT Energi Sarana Sejahtera (ESS) terkait pembayaran pekerjaan yang disebut belum direalisasikan sesuai kesepakatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah vendor lokal mengaku masih menunggu pencairan pembayaran dari PT ESS. Pembayaran tersebut sebelumnya disebut telah disepakati untuk dicairkan pada waktu tertentu, namun hingga kini belum terlaksana.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan di kalangan vendor lokal. Mereka bahkan disebut tengah menyiapkan langkah untuk menghentikan atau memblokade aktivitas pekerjaan di lokasi Sumur Banyu Geni-01 apabila kewajiban pembayaran yang telah disepakati belum juga diselesaikan.

Sikap para vendor tersebut dinilai sebagai bentuk akumulasi kekecewaan setelah mereka merasa hak pembayaran atas pekerjaan yang telah dilakukan belum mendapatkan kepastian.

Persoalan semakin memanas setelah beredar keluhan bahwa salah satu oknum petugas PT ESS yang menangani bidang keuangan atau pembayaran justru diduga memblokir nomor komunikasi salah satu vendor ketika pihak vendor berupaya menanyakan kejelasan pembayaran.

Jika informasi tersebut benar, langkah pemblokiran komunikasi tersebut tentu berpotensi memperkeruh persoalan. Dalam hubungan kerja antara perusahaan dan vendor, komunikasi terbuka serta kepastian pembayaran menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan profesional dan mencegah munculnya konflik di lapangan.

Para vendor lokal kini disebut telah sepakat mengambil sikap. Mereka akan tetap melakukan penagihan dan meminta PT ESS memenuhi komitmen pembayaran sesuai kesepakatan. Apabila belum ada penyelesaian, rencana penghentian aktivitas di lokasi pekerjaan Sumur Banyu Geni-01 disebut akan dilakukan hingga pembayaran atau pelunasan direalisasikan.

Kondisi ini sekaligus menjadi ujian bagi PT ESS dalam menjaga hubungan kemitraan dengan vendor lokal. Penyelesaian melalui komunikasi dan pembayaran sesuai komitmen dinilai menjadi langkah paling tepat agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang dapat mengganggu kegiatan operasional di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT Energi Sarana Sejahtera (ESS) mengenai alasan belum dicairkannya pembayaran kepada vendor lokal maupun dugaan pemblokiran nomor komunikasi tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT ESS maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara resmi mengenai persoalan tersebut.

(Tomo/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *