Darurat Air Bersih, IJTI Bersama Kodim dan BPBD Salurkan 21 Ribu Liter Air ke Warga Tlogohaji

aksesadim01
IMG 20260904 WA0146

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk turun langsung membantu warga yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Kepedulian itu salah satunya ditunjukkan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Pantura Raya, Bojonegoro, dengan menggandeng Kodim 0813 dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

 

Bertepatan dengan peringatan HUT ke-28 IJTI, ketiga unsur tersebut menggelar bakti sosial berupa penyaluran bantuan air bersih kepada warga Dusun Tawang, Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (4/9/2026).

 

Sebanyak 21.000 liter air bersih didistribusikan ke wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat kemarau berkepanjangan. Bantuan tersebut disalurkan melalui empat titik untuk menjangkau warga di RT 16 hingga RT 21.

 

Pengurus IJTI Bojonegoro, Sumali, mengatakan distribusi dilakukan secara langsung agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

 

“Untuk dropping air bersih ini ada empat titik, mulai RT 16 sampai RT 21. Jumlahnya sekitar 360 KK atau 1.320 jiwa,” kata Sumali saat ditemui di lokasi.

 

Untuk mendukung proses distribusi, tiga armada tangki dikerahkan. Dua armada berasal dari Kodim 0813 Bojonegoro, sedangkan satu armada lainnya disiapkan BPBD Bojonegoro.

 

Bagi warga Dusun Tawang, bantuan tersebut menjadi penopang di tengah semakin sulitnya mendapatkan sumber air. Kemarau yang berlangsung berbulan-bulan membuat sejumlah sumber air warga mengalami penurunan debit hingga mengering.

 

Abdul Rokhim, warga setempat, menuturkan kondisi kekeringan mulai semakin terasa sejak pertengahan tahun. Minimnya hujan membuat ketersediaan air semakin terbatas.

 

“Mulai bulan lima (Mei) di sini sudah tidak ada hujan, otomatis air juga sangat menipis. Mulai bulan tujuh (Juli) sudah sangat kekeringan,” ujarnya.

 

Menurut dia, ketika sumber air mulai mengering, warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian masyarakat mengandalkan bantuan dropping air bersih, sementara lainnya mengambil air dari wilayah desa tetangga.

 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan bukan sekadar berkurangnya pasokan air, tetapi turut menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari konsumsi hingga keperluan rumah tangga.

 

Kepala Penerangan Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu Sugiono, mengatakan TNI akan terus berupaya hadir membantu masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana kekeringan.

 

“Semoga dengan kolaborasi ini bisa membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di Desa Tlogohaji,” tuturnya.

 

Sinergi antara IJTI, Kodim 0813, dan BPBD Bojonegoro tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat respons bersama terhadap dampak kemarau.

 

Di tengah terbatasnya sumber air, setiap tetes bantuan menjadi sangat berarti bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa penanganan bencana kekeringan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *