Kampungberita.com
BANYUWANGI – Isu teror pocong yang belakangan meresahkan masyarakat Kabupaten Banyuwangi kini merambah ke wilayah Kecamatan Wongsorejo. Sebuah foto yang menampilkan sesosok makhluk putih mirip pocong berdiri di depan sebuah rumah berwarna kuning menjadi perbincangan hangat di media sosial, Minggu (23/5/2026).
Yang membuat kasus ini berbeda dari isu sebelumnya adalah lokasi dalam foto tersebut dapat diidentifikasi. Rumah tersebut diketahui merupakan tempat tinggal Bonadi, seorang warga Dusun setempat di Kecamatan Wongsorejo.
Kronologi Viral dan Penyangkalan Warga
Bonadi mengaku kaget ketika得知 mengetahui rumahnya menjadi sorotan publik. Ia baru menyadari adanya foto tersebut pada Minggu pagi setelah mendapat kabar dari kerabatnya yang tinggal jauh.
“Saya tidak tahu foto ini kapan diambil. Saya tahu adanya foto ini tadi pagi dikasih tahu seorang kerabat yang rumahnya jauh dari tempat tinggal saya,” ujar Bonadi saat ditemui Global News, Minggu (23/5/2026).
Meski fotonya viral, Bonadi membantah adanya hal-hal aneh atau mistis di lingkungan tempat tinggalnya selama 48 jam terakhir. Ia menegaskan bahwa aktivitas keluarganya berjalan normal seperti biasa.
“Hampir tiap malam saya bersama keluarga tidak pernah tidur sore hari dan baru tidur saat beranjak malam hari. Tidak ada yang aneh dalam dua hari ini, semua biasa saja seperti hari-hari sebelumnya,” tegasnya.
Tetangga Juga Merasa Tidak Terlibat
Sudut pengambilan foto tersebut diduga berasal dari teras rumah tetangga Bonadi, yakni Syaiful. Saat dikonfirmasi, Syaiful juga membantah terlibat dalam penyebaran atau pembuatan foto tersebut.
“Dari foto ini memang jelas terlihat itu diambil dari teras rumah saya. Tapi saya merasa tidak melakukan itu dan tidak tahu menahu tentang foto itu,” bantah Syaiful.
Dalam foto yang beredar, terlihat sebuah sepeda motor berwarna merah parkir di area tersebut. Syaiful juga mengklarifikasi bahwa ia tidak memiliki kendaraan dengan warna tersebut, meskipun ia tidak menutup kemungkinan adanya tamu yang datang.
“Ada motor berwarna merah. Saya tidak memiliki motor warna tersebut. Tapi mungkin kalau punya tamu, saya kurang memperhatikan, apalagi saya juga jarang menerima tamu,” jelasnya.
Polisi Imbau Ketenangan dan Verifikasi Fakta
Menanggapi viralnya foto tersebut, Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, menyatakan bahwa kebenaran informasi itu masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian khawatir isu ini akan memicu keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kita akan segera menindaklanjuti informasi tersebut agar jangan sampai ada keresahan dari informasi yang belum tentu kebenarannya,” jelas AKP Eko Darmawan.
AKP Eko Darmawan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama menenangkan warga.
“Kami juga akan mengajak semua tokoh masyarakat serta tokoh agama untuk bersama-sama menyampaikan ketentraman pada masyarakat guna mencegah terjadinya keresahan akibat informasi yang sudah terlanjur beredar namun tidak dapat dipastikan kebenarannya,” tambahnya.
Polisi juga meminta proaktivitas warga. Jika menemukan hal yang mencurigakan atau mengganggu keamanan, masyarakat diminta segera melapor ke call center 110.
Dampak Sosial: Warga Membatasi Aktivitas Malam
Terlepas dari bantahan warga dan imbauan polisi, dampak psikologis dari viralnya foto tersebut sudah terasa. Masyarakat di sekitar kediaman Bonadi dan Syaiful dilaporkan mulai mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari.
Mereka kini memilih untuk lebih banyak berada di dalam rumah dan berkumpul bersama anggota keluarga, daripada menghabiskan waktu di luar yang dianggap berisiko menghadapi “teror” tersebut. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih terpantau tenang namun waspada.
Berita Terkait







