TP PKK Bojonegoro Perkuat Pendampingan Program Keluarga hingga Desa Ngelo

aksesadim01
1000403533

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pendampingan program pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja terpadu di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan berbagai program prioritas PKK dapat diterapkan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat keluarga.

Dalam kunjungan itu, TP PKK Kabupaten Bojonegoro menyampaikan sejumlah materi strategis, di antaranya pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI), pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), serta implementasi program hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK.

Selain pembinaan, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada sejumlah kelompok sasaran. Bantuan diberikan kepada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan berisiko tinggi, balita dengan kondisi gizi kurang, lansia sebatang kara, serta remaja yang tergabung dalam Gerakan Remaja Milenial Berdaya dan Produktif (Gerimis Madu).

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengatakan kunjungan terpadu tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi diarahkan untuk memastikan program hasil Rakernas dapat diterapkan secara nyata sampai ke desa dan keluarga.

“Yang sudah dihasilkan dari Rakernas, harapannya bisa sampai ke tingkat desa dan keluarga,” ujar Cantika.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah GAYATRI. Program tersebut diharapkan mampu mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi keluarga melalui pemeliharaan ayam petelur secara mandiri.

“Pengembangan GAYATRI, setiap rumah harus punya ayam petelur sendiri,” tegasnya.

Menurut Cantika, keberlanjutan program juga perlu didukung dengan ketersediaan pakan yang terjangkau. Karena itu, diperlukan strategi agar kebutuhan pakan ayam petelur dapat dipenuhi dengan biaya yang tidak membebani masyarakat.

“Kalau pakannya bisa didapat dengan harga yang terjangkau, maka program ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi keluarga,” jelasnya.

Selain ketahanan pangan, persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) juga menjadi perhatian TP PKK Kabupaten Bojonegoro. Pendampingan keluarga dinilai penting untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan, terlebih pemerintah terus mendorong pelaksanaan wajib belajar selama 13 tahun.

Cantika juga menekankan pentingnya penerapan program PKK berbasis data. Setiap kegiatan diharapkan disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat, baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

“Kegiatan yang kita lakukan harus berbasis keperluan masyarakat. Kita juga memanfaatkan teknologi digital dan tertib administrasi,” tambahnya.

TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga terus mendorong program yang selaras dengan agenda pembangunan nasional. Di antaranya percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan akses pendidikan, perlindungan anak, serta pemberdayaan masyarakat.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Desa Ngelo

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Ngelo, Ngatini Tri Mulyono, menjelaskan bahwa Desa Ngelo merupakan salah satu desa mandiri di Kecamatan Margomulyo. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, selain bekerja sebagai pegawai swasta dan wiraswasta.

Menurut Ngatini, semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial maupun pembangunan desa.

“Kami bergotong royong dalam bercocok tanam. Kami juga mendukung wajib belajar,” ungkapnya.

Di bidang pendidikan, Desa Ngelo memiliki sejumlah layanan pendidikan anak usia dini, antara lain Pos PAUD/TK Putra Pertiwi, KB Attaqwa, dan Pos PAUD Al Fajar.

Upaya memperkuat ketahanan pangan juga terus dilakukan dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat keluarga (TOGA), sayuran, hingga buah-buahan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri menuju Indonesia Emas.

Di sektor kesehatan, pelayanan Posyandu di Desa Ngelo telah mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sasaran layanan terdiri atas 42 balita, 76 remaja, dan 150 lansia.

Ngatini menyebut saat ini terdapat satu anak yang mengalami stunting. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan riwayat kelahiran prematur.

Melalui kunjungan terpadu tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap penguatan peran kader dan pemberdayaan keluarga dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis data, gotong royong, serta pendampingan langsung, berbagai program diharapkan semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat hingga tingkat keluarga.

(Red/Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *