12 Kelompok Tani Bojonegoro Terima Alsintan, Pemkab Tekankan Pemanfaatan Bersama

aksesadim01
IMG 20260821 WA0141

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali memperkuat sektor pertanian dengan mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas petani di lapangan.

 

Sebanyak 12 kelompok tani menerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pra panen dalam kegiatan pembinaan dan penyerahan bantuan yang berlangsung di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Kamis (20/8/2026).

 

Bantuan tersebut diserahkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026.

 

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi lima unit handtraktor singkal, lima unit handtraktor rotary, serta dua unit cultivator. Masing-masing alat diserahkan kepada kelompok tani penerima sesuai kebutuhan pengolahan lahan.

 

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, bantuan Alsintan diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi petani dalam mengolah lahan, khususnya pada tahapan pra panen.

 

Menurutnya, penggunaan alat pertanian dapat memangkas waktu pengerjaan sekaligus mengurangi beban tenaga petani.

 

“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai alat, tetapi sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Mari kita manfaatkan dan rawat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

 

Nurul menekankan bahwa keberadaan bantuan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani. Karena itu, alat yang diterima perlu dirawat dan dimanfaatkan secara optimal, termasuk melalui pola penggunaan bersama.

 

Ia juga meminta kelompok tani tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan pertanian. Komunikasi dan koordinasi antarkelompok maupun antarwilayah dinilai penting agar persoalan yang muncul di lapangan dapat segera dibahas dan dicarikan jalan keluar.

 

“Kita sinergikan masing-masing kecamatan untuk jagong bareng, berdiskusi bersama, melihat persoalan yang ada di lapangan, dan mencari solusi bersama,” katanya.

 

Menurut Nurul, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya melalui bantuan sarana. Diperlukan pula sinergi antara pemerintah, petani, kelompok tani, dan berbagai pihak yang berkaitan dengan pertanian.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini benar-benar memberikan manfaat. Jangan sampai hanya menjadi barang, tetapi harus digunakan, dirawat, dan dimanfaatkan bersama untuk mendukung kesejahteraan petani,” tambahnya.

 

Pemkab Bojonegoro berharap tambahan Alsintan tersebut dapat membantu mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan waktu dan tenaga.

 

Di sisi lain, pemanfaatan alat secara bersama diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong antarpetani serta memperluas dampak bantuan pemerintah.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bojonegoro dalam memperkuat produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah melalui dukungan sarana, teknologi, serta kolaborasi dengan para petani.

(Prok/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *