Kampungberita.com/BOJONEGORO — Perayaan Dies Natalis ke-78 SMA Negeri 1 Bojonegoro, Senin (24/8/2026), tidak sekadar menjadi agenda seremonial memperingati perjalanan panjang dunia pendidikan. Momentum tersebut dikemas dengan semangat kebangsaan melalui rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Maulid Nabi Muhammad SAW.
Perayaan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan sekolah dalam membangun prestasi, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Tiga nilai tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan SMAN 1 Bojonegoro sebagai salah satu institusi pendidikan yang memiliki sejarah panjang di Kabupaten Bojonegoro.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah kepedulian terhadap siswa berkebutuhan khusus. SMAN 1 Bojonegoro memberikan perhatian dan bantuan sosial kepada para siswa yang disebut sebagai “anak-anak surga” dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB), Pendidikan Khusus, maupun Pendidikan Layanan Khusus (PKLK) di wilayah Bojonegoro.
Kegiatan tersebut menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara mengenai nilai akademik maupun keberhasilan meraih prestasi. Lebih dari itu, pendidikan juga memiliki tanggung jawab menanamkan rasa empati, kepedulian, dan kepekaan sosial kepada generasi muda.
Semangat berbagi itu juga tercermin dari berbagai kegiatan sosial yang sebelumnya telah dilakukan keluarga besar SMAN 1 Bojonegoro. Sejumlah program pengabdian kepada masyarakat, seperti bedah rumah dan bantuan air bersih bagi desa-desa yang mengalami kekeringan, menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sekolah tidak hanya berpusat pada lingkungan pendidikan, tetapi juga berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat.
Prestasi Siswa hingga Tingkat Nasional
Di tengah semangat kepedulian sosial, SMAN 1 Bojonegoro juga mendapatkan kabar membanggakan dari dunia prestasi siswa.
Fachri Akbar Triyanto, salah satu siswa SMAN 1 Bojonegoro, berhasil terpilih sebagai Duta SMA Nasional 2026. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena membawa nama sekolah dan Kabupaten Bojonegoro ke tingkat nasional.
Prestasi Fachri menjadi gambaran bahwa lingkungan pendidikan yang dibangun SMAN 1 Bojonegoro mampu memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang, berkompetisi, sekaligus mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Maskun, turut memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang diraih SMAN 1 Bojonegoro.
Menurutnya, SMAN 1 Bojonegoro merupakan sekolah besar yang mempunyai perjalanan sejarah panjang dan telah melahirkan banyak tokoh. Karena itu, prestasi serta reputasi yang telah dibangun harus terus dijaga dan dikembangkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan dorongan kepada para pelajar agar tidak terjebak pada kesenangan sesaat. Para siswa diharapkan tetap menjadikan pendidikan, kerja keras, dan pencapaian prestasi sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks. Prestasi, menurutnya, harus dibangun melalui proses, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam belajar.
Rangkaian Dies Natalis ke-78 SMAN 1 Bojonegoro pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia sekolah. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana lembaga pendidikan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan keberanian untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan dukungan guru, siswa, alumni, orang tua, serta pemerintah, SMAN 1 Bojonegoro diharapkan mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus memperkuat pengabdian sosial.
Usia 78 tahun menjadi catatan perjalanan sekaligus tantangan baru bagi SMAN 1 Bojonegoro untuk terus mencetak generasi unggul, berkarakter, berprestasi, dan mampu membawa nama baik daerah serta bangsa di masa depan.
(Red/Prok)












