Kapolres Bojonegoro Hadir di Tengah Pelajar, Polwan Goes To School Tanamkan Disiplin dan Karakter Positif

aksesadim01
IMG 20260825 WA0002

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Suasana berbeda terasa di SMP Negeri 5 Bojonegoro, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Bojonegoro, ketika Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty hadir langsung sebagai Inspektur Upacara bersama jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Bojonegoro.

Kehadiran AKBP Yenni Diarty bukan sekadar menjalankan agenda kedinasan. Momen tersebut menjadi ruang untuk mendekatkan kepolisian dengan generasi muda sekaligus memberikan pesan-pesan positif kepada para pelajar dalam rangka menyambut Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026 melalui program Polwan Goes To School.

Kedatangan Kapolres dan jajaran Polwan disambut Kepala SMPN 5 Bojonegoro A.H. Moestofa bersama para guru dan ratusan siswa. Sejak awal kegiatan, para pelajar terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Yenni Diarty tidak hanya menyampaikan amanat upacara. Ia juga mengajak para siswa memahami berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka, mulai dari kedisiplinan, keselamatan berlalu lintas, bullying, hingga kenakalan remaja.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, komunikasi antara kepolisian, sekolah, guru, orang tua, dan pelajar perlu terus dibangun agar berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu masa depan anak dapat dicegah sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik pelajar tentang pentingnya menjaga diri, disiplin, tertib berlalu lintas, mencegah bullying maupun kenakalan remaja, serta mengetahui layanan Kepolisian melalui Call Center 110,” ujar AKBP Yenni Diarty.

Kapolres juga berpesan agar para pelajar tidak menyia-nyiakan masa sekolah. Menurutnya, masa belajar merupakan kesempatan penting bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, mengejar prestasi sekaligus membangun karakter.

“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Manfaatkan masa sekolah untuk belajar, berprestasi dan membangun karakter yang baik. Jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun melakukan tindakan yang dapat merugikan masa depan,” tegasnya.

Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan para siswa. Bukan hanya berbicara mengenai aturan, kepolisian juga berupaya hadir sebagai sahabat dan tempat bagi generasi muda untuk mendapatkan edukasi serta pemahaman tentang keamanan dan ketertiban.

Usai upacara, suasana pun berubah lebih cair. Para siswa mendapatkan kesempatan berinteraksi secara langsung dengan AKBP Yenni Diarty dan jajaran Polwan. Sejumlah pelajar bahkan tampak antusias mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Bagi para siswa, pertemuan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Sosok polisi yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dalam tugas di lapangan, hadir lebih dekat untuk berdialog dan memberikan motivasi.

Kehadiran AKBP Yenni Diarty bersama jajaran Polwan juga membawa pesan tersendiri. Sebagai perempuan pertama yang dipercaya memimpin Polres Bojonegoro, kehadirannya menjadi gambaran bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, memimpin, mengabdi, dan meraih prestasi di berbagai bidang.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Bojonegoro A.H. Moestofa menyambut positif program Polwan Goes To School tersebut. Menurutnya, kehadiran Kapolres dan jajaran Polwan memberikan pengalaman sekaligus edukasi yang relevan bagi para siswa.

Ia menilai pesan mengenai kedisiplinan, keselamatan berlalu lintas, pencegahan bullying serta pentingnya membangun komunikasi positif dengan kepolisian dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak untuk semakin disiplin, aktif mengembangkan potensi, berprestasi, serta tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih dari sekadar rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan ke-78, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi. Ada ruang kolaborasi yang harus dibangun bersama, termasuk dengan sekolah dan generasi muda.

Dari lingkungan sekolah, pesan tentang disiplin, saling menghargai dan berani menjauhi perilaku negatif diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan. Sebab, masa depan Bojonegoro dan Indonesia pada akhirnya berada di tangan generasi muda yang hari ini sedang belajar di bangku sekolah.

(Red/TM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *