Cegah Kebiasaan Merokok Sejak Remaja, SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras Bekali Siswa Edukasi Kesehatan

aksesadim01
1000409895

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Upaya membangun kesadaran hidup sehat di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui lingkungan pendidikan. Salah satunya diwujudkan SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras dengan menggandeng Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Bojonegoro untuk memberikan edukasi mengenai bahaya merokok kepada para siswa, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk membekali pelajar dengan pengetahuan tentang risiko merokok sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok.

Edukasi kesehatan menghadirkan Ahmad Zuhri dari RSA Bojonegoro sebagai narasumber. Dalam penyampaiannya, para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan, pentingnya menjaga pola hidup sehat, serta cara menghindari berbagai perilaku yang dapat membahayakan tubuh.

Ahmad Zuhri menuturkan, usia remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan. Karena itu, pemahaman mengenai bahaya merokok perlu diberikan sedini mungkin agar pelajar mampu mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan dirinya.

“Pencegahan harus dimulai dari pengetahuan dan kesadaran. Anak-anak perlu mengetahui dampak merokok sehingga memiliki bekal untuk menjaga diri dan berani menolak ajakan merokok,” jelasnya.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kesehatan kepada generasi muda. Pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga perlu membekali siswa dengan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras, Edi Susanto, mengatakan edukasi tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter sekaligus pembelajaran kontekstual bagi para siswa.

“Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari pembelajaran di dalam kelas. Edukasi seperti ini memberikan wawasan baru kepada mereka, khususnya tentang bagaimana menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang baik bagi dirinya,” ujarnya.

Edi berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk menerapkan pola hidup sehat serta turut menciptakan suasana sekolah yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan Rumah Sakit ‘Aisyiyah Bojonegoro yang telah berkontribusi memberikan edukasi kesehatan kepada siswa. Menurutnya, kerja sama antara lembaga pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai perilaku berisiko di kalangan remaja.

Sementara itu, salah satu siswa, Moh. Ma’ruf, mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai dampak merokok terhadap kesehatan.

“Saya senang karena mendapatkan ilmu baru, selain yang biasanya saya dapatkan di dalam kelas. Dari kegiatan ini saya menjadi lebih tahu tentang bahaya merokok,” ungkap Ma’ruf.

Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran sejak usia sekolah dinilai penting untuk membentuk generasi yang mampu menjaga kesehatan sekaligus memiliki keberanian menolak pengaruh negatif dari lingkungan.

Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, keluarga, dan masyarakat pun menjadi bagian penting dalam memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Melalui langkah edukatif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, lingkungan sekolah diharapkan semakin mampu menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendukung tumbuhnya generasi muda Bojonegoro yang berkarakter serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kualitas hidup.

(Red/Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *