Semenkidul Dorong Pekarangan Produktif, Produk UMKM Lokal Mulai Tembus Pasar

aksesadim01
1000405928

Kampungberita.com/BOJONEGORO — Pemerintah Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoptimalkan lahan pekarangan rumah warga agar tidak hanya menjadi ruang kosong, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

 

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Semenkidul, Handriyani, mengatakan pemanfaatan potensi lokal tersebut telah melahirkan sejumlah produk unggulan hasil kreativitas masyarakat.

 

Salah satu yang kini menjadi identitas Desa Semenkidul adalah Jeruk Pamelo. Tanaman tersebut dikembangkan melalui pemanfaatan pekarangan rumah warga dan kini mulai menghasilkan buah yang memiliki nilai ekonomi.

 

“Alhamdulillah, saat ini pohon-pohon di pekarangan warga sudah berbuah lebat dan hasilnya berhasil dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Handriyani.

 

Hasil panen jeruk pamelo bahkan telah dipasarkan dalam kegiatan Car Free Day (CFD) Kali Pacal yang diselenggarakan Kecamatan Sukosewu. Kehadiran produk tersebut menjadi salah satu bentuk promosi sekaligus upaya memperluas pasar hasil usaha warga.

 

Tak hanya jeruk pamelo, masyarakat Semenkidul juga mengembangkan beragam produk olahan makanan dan minuman. Di antaranya Aserehe, minuman herbal tradisional, Teh Bunga Telang yang memiliki warna biru alami, serta Teh Kelor.

 

Sejumlah produk kuliner lainnya juga mulai dikembangkan, seperti Sushi ala Semen, Rice Bowl, Serabi Mentul, Gapit Gulung hingga Keripik Pisang.

 

Beragam produk tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan menggali potensi yang tersedia di lingkungan desa. Kreativitas warga kemudian dikembangkan menjadi produk bernilai jual dan berpeluang menjadi sumber pendapatan baru.

 

Menurut Handriyani, perkembangan UMKM di Desa Semenkidul tidak terlepas dari peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan.

 

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Pemerintah Kecamatan Sukosewu terus memberikan dukungan melalui pelatihan dan pendampingan. Di tingkat desa, kegiatan tersebut juga diperkuat dengan pelatihan mandiri yang dilakukan oleh komunitas masyarakat.

 

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, kemampuan pengelolaan usaha, sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM lokal.

 

“Harapan kami, UMKM di Desa Semenkidul bisa semakin maju, mandiri, dan naik kelas. Dengan produk-produk unggulan yang semakin dikenal, kami yakin program ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Handriyani.

 

Pengembangan UMKM berbasis potensi lokal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pekarangan rumah dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga apabila dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

(Red/Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *