Kampungberita.com/BOJONEGORO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro terus mendorong penguatan peran dan kapasitas para pengurus dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Penguatan tersebut salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan buku panduan pembinaan yang di dalamnya memuat berbagai pedoman kegiatan sekaligus penjabaran Standar Operasional Prosedur (SOP). Panduan tersebut diharapkan menjadi acuan bersama agar pelaksanaan kegiatan MUI di berbagai tingkatan dapat berjalan lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan tugas serta fungsi organisasi.
KH. Alamul Huda meminta seluruh jajaran pengurus MUI untuk mempelajari dan memahami isi buku panduan tersebut. Menurutnya, pemahaman terhadap pedoman organisasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan di tengah masyarakat.
“Kami mohon seluruh pengurus MUI dapat mempelajari dan melaksanakan kegiatan pembinaan berdasarkan buku panduan tersebut, sehingga semuanya dapat berjalan dengan jelas dan terarah,” ujarnya.
Menurut KH. Alamul Huda, perkembangan kondisi sosial, budaya, ekonomi, hingga politik merupakan tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. Dalam situasi tersebut, sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas serta keharmonisan daerah.
Ia menegaskan, perbedaan situasi dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat hendaknya tidak menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dihadapi dengan komunikasi, kebersamaan, serta komitmen untuk menjaga persatuan.
“Apapun situasi yang terjadi di luar maupun di sekitar kita, mari bersama-sama berintegrasi dan berkomitmen untuk menjaga Bojonegoro agar tetap aman, damai dan sentosa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh pengurus MUI dapat semakin aktif menjalankan peran sosial dan keagamaannya. Kehadiran ulama di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan pembinaan, pencerahan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat.
Dengan penguatan organisasi dan pemahaman terhadap pedoman kerja, MUI diharapkan semakin mampu menjalankan pengabdian secara profesional dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam mendukung terciptanya daerah yang aman, damai, dan harmonis.
Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Kolaborasi antara ulama, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam menjaga Bojonegoro tetap kondusif serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
(Red/Com)












