Ribuan Pengurus Dan Pekerja SPPG Bojonegoro Gelar Aksi Damai di DPRD, Tegaskan Dukungan MBG Harus Lanjut dan Bersih dari Korupsi

aksesadim01
IMG 20260622 WA0125

Kampungberita.com/Bojonegoro — Ratusan hingga ribuan Pengurus serta pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Bojonegoro, Senin (22/6/2026). Massa datang menggunakan puluhan kendaraan, termasuk truk dan minibus, untuk menyampaikan aspirasi terkait keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Sejak pagi, massa aksi telah memadati area depan gedung dewan dengan membawa spanduk dan poster berisi dukungan serta tuntutan terhadap penguatan tata kelola program. Mereka menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang berperan penting dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

 

Dalam orasinya, koordinator aksi menegaskan bahwa Program MBG harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ia menyebut berbagai persoalan dalam implementasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan program, melainkan menjadi dasar perbaikan sistem.

 

“Selamatkan masa depan bangsa: lanjutkan Program MBG, bersihkan dari praktik korupsi, dan perkuat pengawasan serta tata kelola,” seru salah satu orator di tengah aksi.

 

Massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan utama. Pertama, mendesak agar Program MBG tetap dilanjutkan karena dinilai menyentuh kebutuhan dasar masyarakat rentan serta berkontribusi pada penurunan angka stunting dan malnutrisi. Kedua, meminta aparat penegak hukum, termasuk KPK dan Kejaksaan, untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Ketiga, mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, mulai dari rantai pasok bahan pangan, operasional dapur SPPG, hingga standar kebersihan dan keamanan pangan yang harus memenuhi ketentuan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Keempat, mereka mendorong keterlibatan publik, akademisi, dan tenaga ahli dalam proses pengawasan agar program berjalan transparan dan tepat sasaran.

 

Aksi damai tersebut mendapat respons dari anggota DPRD Bojonegoro, Mitto Atin, yang menyatakan akan menampung dan meneruskan aspirasi massa kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa Program MBG memiliki dampak luas, tidak hanya pada aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap perputaran ekonomi lokal.

 

“Dengan adanya MBG, perekonomian masyarakat juga ikut bergerak, termasuk tenaga kerja di SPPG yang turut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

 

Setelah menerima penjelasan dan komitmen dari pihak DPRD, massa aksi membubarkan diri secara tertib dan damai. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya aksi, sehingga kegiatan berlangsung kondusif hingga selesai.

 

Aksi ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan publik, khususnya Program MBG, agar tetap berlanjut, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas gizi generasi bangsa.

(Hnt/red)