Kampungberita.com BOJONEGORO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brangkal 3 Semilir kembali menuai sorotan publik. Setelah beberapa bulan lalu ramai diperbincangkan di media sosial terkait dugaan pembuangan sampah ke aliran sungai, kini persoalan baru kembali mencuat.
Sejumlah warga mengeluhkan munculnya bau tidak sedap yang diduga berasal dari pengelolaan sampah di lingkungan dapur SPPG tersebut. Bau menyengat yang menyerupai aroma limbah toilet disebut telah mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah tidak tahan dengan kondisi tersebut.
“Saya sudah tidak kuat dengan baunya. Bau busuknya sangat menyengat, seperti bau WC. Ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari,” ungkapnya.
Tak hanya persoalan limbah dan aroma tak sedap, publik kini juga mempertanyakan kelengkapan administrasi operasional SPPG Brangkal 3 (Semilir), khususnya terkait kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat penting bagi dapur penyedia makanan dalam menjamin standar kebersihan dan keamanan pangan.

Masyarakat menilai keberadaan sertifikasi tersebut harus dapat dibuktikan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik, mengingat dapur SPPG berkaitan langsung dengan distribusi makanan yang menyangkut kesehatan penerima manfaat.
Sorotan ini memunculkan desakan agar Badan Gizi Nasional (BGN) bersama dinas terkait segera turun langsung melakukan inspeksi lapangan, audit menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dapur, sanitasi lingkungan, hingga memastikan seluruh dokumen legalitas operasional telah terpenuhi sesuai ketentuan.
Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Selain demi menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi, langkah tegas dinilai penting untuk memastikan operasional SPPG berjalan sesuai standar kesehatan, kebersihan, dan keselamatan lingkungan.
Jika terbukti terdapat pelanggaran administratif maupun kelalaian dalam pengelolaan sanitasi, masyarakat meminta adanya tindakan tegas sebagai bentuk evaluasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.







