Kampungberita.com/BOJONEGORO – Penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (13/8/2026), berlangsung semarak. Selain menjadi momentum berakhirnya rangkaian pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan, acara tersebut juga menghadirkan pesta rakyat yang disambut antusias warga.
Di tengah keramaian pengunjung yang memadati lokasi kegiatan, keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memberikan warna tersendiri. Salah satunya lapak milik Mbak Kar, yang menjajakan sempol berbahan ayam dan sapi.
Jajanan sederhana tersebut ternyata menjadi salah satu kuliner yang cukup diminati pengunjung. Sejumlah warga terlihat mendatangi lapak Mbak Kar untuk membeli sempol, kemudian menikmatinya sembari menyaksikan hiburan pesta rakyat yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan TMMD.
Salah seorang pengunjung, Diah, warga Dusun Krebet, Desa Kesongo, mengaku senang dengan suasana acara. Menurutnya, kehadiran pedagang lokal membuat masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus mencicipi jajanan yang tersedia di sekitar lokasi.
«“Bisa jajan sambil menonton hiburan. Suasananya ramai dan menyenangkan,” ujar Diah.»
Bagi Mbak Kar, ramainya pengunjung menjadi berkah tersendiri. Momen penutupan TMMD tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan penjualan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala besar di tingkat desa memiliki dampak ekonomi yang cukup nyata bagi masyarakat sekitar. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di sektor utama kegiatan, tetapi juga merembet kepada pedagang makanan, minuman, dan usaha kecil lainnya yang memanfaatkan momentum keramaian.
Pesta rakyat dalam penutupan TMMD ke-129 akhirnya tidak sekadar menjadi hiburan. Kehadiran UMKM seperti lapak sempol Mbak Kar memperlihatkan bahwa kegiatan kemasyarakatan juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi warga.
Dengan demikian, penutupan TMMD ke-129 di Desa Kesongo bukan hanya menandai selesainya rangkaian program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga meninggalkan cerita tentang kebersamaan, geliat usaha warga, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal di tengah masyarakat.
(Andik/red)







