Geger Temuan 995 Senjata di Ruang Bekas Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel, Polisi Lakukan Pendalaman

aksesadim01
IMG 20260808 WA0020

Kampungberita.com/JAKARTA – Penemuan ratusan senjata api dan berbagai barang mencurigakan di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengundang perhatian publik. Kepolisian kini melakukan pendalaman terhadap asal-usul serta kepemilikan barang-barang yang ditemukan di salah satu ruangan sekolah tersebut.

 

Temuan itu diketahui setelah pihak yayasan berencana membuka sebuah ruangan yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan kegiatan sekolah. Namun, saat ruangan dibuka, ditemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan senjata dan perlengkapan lainnya.

 

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan pihaknya semula tidak mengetahui adanya berbagai barang tersebut di dalam ruangan.

 

Menurutnya, dari temuan awal terdapat airsoft gun serta sejumlah perlengkapan yang menyerupai peralatan persenjataan.

 

“Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah, namun tiba-tiba kami menemukan airsoft gun,” kata Untung di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

 

Dalam pemeriksaan awal, aparat menemukan sekitar 995 pucuk senjata, terdiri atas berbagai jenis dan bentuk, termasuk senjata laras panjang maupun laras pendek. Polisi juga mengamankan sejumlah peredam, magasin, serta amunisi dengan berbagai kaliber.

 

Selain senjata, ditemukan pula sejumlah airsoft gun yang menyerupai beberapa model senjata, di antaranya FN P90, AK-47 dan M4 Carbine. Barang lain yang turut diamankan antara lain taser gun, peralatan yang diduga digunakan untuk membuat peluru, serta buku panduan pembuatan amunisi.

 

Temuan tersebut semakin menjadi perhatian karena di dalam ruangan yang sama juga terdapat barang-barang lain, termasuk VCD bermuatan pornografi dan benda yang diduga berkaitan dengan narkotika. Seluruh temuan tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman aparat kepolisian.

 

Untung menyebut ruangan tersebut diduga merupakan bekas ruang kerja mantan Ketua Yayasan berinisial IWD. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui adanya peralatan yang diduga berkaitan dengan pembuatan amunisi di lingkungan sekolah.

 

“Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini,” ujarnya.

 

Ia juga mempertanyakan bagaimana berbagai barang tersebut dapat tersimpan di lingkungan sekolah tanpa diketahui pihak lainnya.

 

“Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ,” katanya.

 

Sementara itu, kuasa hukum sekolah, Hermawanto, memastikan proses pengamanan dan pembongkaran ruangan dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Dengan demikian, aktivitas para siswa tidak terganggu.

 

“Semua berjalan dengan baik. Kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, tidak terjadi gangguan apa pun di sekolah,” ujar Hermawanto, Jumat (7/8/2026).

 

Ia menjelaskan, proses pembongkaran dan pengamanan barang berlangsung pada sore hingga malam hari. Seluruh barang yang ditemukan kemudian diamankan oleh aparat kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.

 

“Prosesnya dilakukan sore hingga malam hari, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.

 

Hingga kini, polisi masih mendalami kepemilikan dan legalitas ratusan senjata serta berbagai barang lainnya. Penyidik juga menelusuri asal-usul peralatan yang ditemukan, termasuk dugaan keterkaitannya dengan aktivitas tertentu.

 

Pihak sekolah menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan kepolisian dan berharap penyelidikan dapat mengungkap secara terang asal-usul serta tujuan penyimpanan berbagai barang tersebut.

 

Di tengah proses penyelidikan, pihak sekolah memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung normal. Para siswa juga tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar sebagaimana biasanya.

(Red/**)