Ribuan Warga Mojokerto Serukan Dukungan bagi Program MBG, Dinilai Dorong Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Pangan Lokal

aksesadim01
IMG 20260625 WA0060

Kampungberita.com/MOJOKERTO – Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggema dari Kota Mojokerto. Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Mojokerto Berdaulat menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto, Rabu (24/6/2026), sebagai bentuk aspirasi sekaligus dukungan terhadap program nasional yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Aksi yang berlangsung tertib sejak pagi hingga menjelang siang tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, peternak, pedagang pasar, pelaku UMKM, relawan, hingga kalangan pelajar. Mereka menyampaikan harapan agar program MBG dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mojokerto, dr. Muhammad Rizal Octavian, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, keberlangsungan program tersebut mampu menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan petani, peternak, pelaku usaha mikro, hingga tenaga kerja lokal. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga optimisme dan tidak terpengaruh oleh berbagai polemik yang berkembang.

“Program ini memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Semangat para petani, pengusaha, dan pelaku usaha yang telah berkontribusi dalam program ini harus terus dijaga,” ujarnya di hadapan peserta aksi.

Sementara itu, salah satu koordinator kegiatan, Devi Firman, mengatakan bahwa aksi damai tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong terciptanya dialog yang lebih terbuka mengenai pelaksanaan MBG.

Ia menilai masih banyak informasi yang berkembang di tengah masyarakat yang belum dipahami secara utuh sehingga memunculkan beragam persepsi. Oleh sebab itu, pihaknya berencana membuka forum diskusi publik yang dapat mempertemukan berbagai pandangan terkait program tersebut.

“Kami ingin membuka ruang komunikasi yang sehat agar masyarakat memperoleh informasi secara menyeluruh. Perbedaan pandangan harus dijawab dengan dialog, bukan dengan saling menyalahkan,” katanya.

Devi juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan para petani lokal. Menurutnya, keberadaan program MBG telah membuka pasar yang lebih pasti bagi hasil pertanian sehingga membantu menjaga stabilitas harga komoditas.

“Hasil panen masyarakat memiliki kepastian penyerapan. Ini memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung keberlangsungan sektor pertanian daerah,” jelasnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh pelaku usaha dapur MBG, S. Marlinda I.K. Ia menilai program tersebut telah memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan, terutama melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, keberadaan dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.

“Program ini tidak hanya menyentuh aspek gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peluang kerja dan peningkatan aktivitas usaha,” ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan MBG wilayah utara, Ita, mengapresiasi seluruh peserta aksi yang tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia berharap penyampaian aspirasi dapat terus dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

Untuk memastikan keamanan kegiatan, aparat gabungan dari Polres Mojokerto Kota, Polres Mojokerto Kabupaten, serta jajaran TNI melakukan pengamanan di sejumlah titik strategis. Pengamanan dilakukan secara humanis guna menjamin kelancaran kegiatan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Kehadiran aparat juga mendapat apresiasi dari warga sekitar yang menilai pengamanan tersebut mampu menciptakan suasana kondusif sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara demokratis.

Melalui aksi damai tersebut, masyarakat Mojokerto berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus dikembangkan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya petani, pelaku UMKM, tenaga kerja lokal, serta generasi muda sebagai penerima manfaat utama program.

(Johanes/red)