kampungberita8
IMG 20260711 WA0037

Kampungberita.com

BANYUWANGI – Sebuah insiden misterius mengguncang Dusun Possumur, RT 01/04, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, pada Jumat pagi (10/7/2026). Seorang pria berinisial MTR X (warga Probolinggo) ditemukan terperosok ke dalam sumur sedalam kurang lebih 15 meter. Namun, kasus yang awalnya diduga keras sebagai tindak pidana penganiayaan oleh teman korban sendiri, berakhir dengan pelepasan tersangka karena minimnya bukti di lokasi kejadian.

 

IMG 20260711 WA0036

Ditemukan Saat Mesin Pompa Macet

Kronologi bermula ketika Asan, Ketua RW 04 setempat, hendak menghidupkan mesin pompa air untuk keperluan irigasi pertanian warga. Saat itu, air tidak kunjung naik. Curiga ada gangguan, Asan memeriksa kondisi sumur dan terkejut menemukan sosok manusia di dasarnya sekitar pukul 06.00 WIB.

“Saat dicek, ternyata ada orang di dalam sumur. Kami langsung lapor staf desa dan diteruskan ke Polsek Wongsorejo karena takut terjadi hal yang lebih buruk,” ungkap Asan.

Pengakuan Mengejutkan: “Saya Didorong”

Dalam pemeriksaan awal, korban MTR X memberikan keterangan yang mengejutkan. Ia mengaku didorong oleh temannya hingga terperosok ke dalam sumur. Klaim ini sempat memicu ketegangan dan dugaan adanya unsur pidana (penganiayaan atau percobaan pembunuhan) yang melibatkan orang terdekat korban.

Korban segera dievakuasi, dibawa ke Puskesmas terdekat untuk penanganan medis, dan selanjutnya diamankan ke Kantor Polsek Wongsorejo untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama Aipda Okto Rio Wisnu Pradana.

Polisi: Tidak Ada Jejak Kejahatan, Kasus Dihentikan

Namun, hasil investigasi cepat di lokasi kejadian (TKP) menunjukkan fakta yang berbeda dari pengakuan korban. Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, membenarkan adanya peristiwa tersebut namun menegaskan bahwa tidak ditemukan unsur pidana.

“Berdasarkan pemeriksaan mendalam di TKP lingkungan RT 01/04, tidak ditemukan tanda-tanda peristiwa pidana seperti jejak perkelahian, paksaan, atau alat bantu kejahatan. Oleh karena itu, pihak yang sempat diduga sebagai pelaku terpaksa kami lepas kembali,” tegas AKP Eko Darmawan.

Hal serupa juga dikonfirmasi oleh Pj. Kepala Desa Bengkak, Suryanto, melalui Kadus Joko Ajaib. Ia memastikan bahwa korban adalah laki-laki warga Probolinggo yang terperosok ke kedalaman 15 meter, namun tidak ada korban meninggal dan kasus tersebut lebih mengarah pada kecelakaan atau kelalaian tanpa motif kriminal yang kuat.

Teka-teki yang Belum Terjawab

Meski secara hukum kasus ini ditutup karena lack of evidence (kurang bukti), pertanyaan publik tetap mengemuka: Mengapa korban bersikeras menyatakan didorong jika tidak ada bukti fisik di lapangan? Apakah ada tekanan psikologis tertentu, ataukah klaim tersebut hanya berupa kebingungan korban pasca-trauma jatuh dari ketinggian 15 meter?

Hingga saat ini, kondisi korban MTR X dilaporkan stabil dan telah pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Insiden ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih berhati-hati terhadap lubang terbuka di area pertanian, serta pentingnya verifikasi fakta sebelum menyimpulkan sebuah peristiwa sebagai tindak kriminal.

Oleh : Kurniadi