Diundang Lalu Ditolak! Petugas Damkar Banyuwangi Kecewa Berat, Sinder PTPN Regional 5 Halau 3 Unit Mobil Pemadam Saat Kebakaran Kayu Mangga

kampungberita8
Oplus
Oplus_131072
kampungberita.com
BANYUWANGI – Rasa kecewa mendalam menyelimuti jajaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyuwangi. Setelah dipanggil darurat oleh pihak keamanan kebun karena panik menghadapi api, tiga unit mobil pemadam yang telah meluncur ke lokasi justru ditolak mentah-mentah oleh Sinder Kebun PTPN Regional 5 saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Screenshot 2026 06 29 20 18 43 90 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7
Insiden memalukan ini terjadi pada Senin malam (29/6/2026) sekira pukul 20.00 WIB. Api melalap tumpukan kayu mangga di areal perkebunan PTPN Regional 5, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Lokasi kejadian yang berdekatan dengan pemukiman warga sempat memicu kepanikan di kalangan petugas keamanan kebun, sehingga mereka segera menghubungi Damkar Banyuwangi.
“Kami Datang Karena Permintaan Mereka, Tapi Dihalau”
Petugas Damkar, Davin, mengungkapkan kekecewaannya atas sikap tidak kooperatif dari pihak manajemen kebun. Menurutnya, respons awal dari pihak keamanan sangat mendesak, namun berubah drastis ketika tim pemadam tiba.
“Kami datang ke sini atas permintaan pihak keamanan kebun yang panik. Kami langsung koordinasi dengan Kepala Desa untuk menentukan titik lokasi api dan dibantu masyarakat sekitar. Namun, saat tiga unit mobil kami sampai, kami justru ditolak oleh Sinder Kebun, Bapak Karyadi, dengan alasan yang tidak jelas,” ujar Davin dengan nada kesal.
Davin menekankan bahwa penolakan tersebut sangat tidak profesional. “Bagi kami bukan masalah pribadi, tapi setidaknya harus ada komunikasi yang baik dengan petugas damkar. Ini menyangkut keselamatan bersama, apalagi lokasinya dekat permukiman.”
Saksi Mata Benarkan Penolakan, Kapolsek Turun Tangan
Kehadiran tiga anggota Polsek Wongsorejo dan Kepala Desa Bengkak, Suryanto, di lokasi tidak mampu mengubah keputusan Sinder Karyadi untuk menolak bantuan pemadam. Achmad Fauzi, warga terdekat yang menjadi saksi mata, membenarkan adanya insiden penolakan tersebut.
“Iya benar, tadi ada mobil damkar datang tapi disuruh pulang sama sinder kebun. Alasannya apa saya kurang tahu, tapi memang ditolak,” kata Fauzi.
Hingga larut malam, api berhasil dikendalikan berkat gotong royong masyarakat sekitar dan koordinasi dengan Kepala Desa, tanpa bantuan alat berat dari Damkar. Namun, insiden ini meninggalkan tanda tanya besar mengenai standar operasional prosedur (SOP) penanganan darurat di lingkungan PTPN Regional 5.
PTPN Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PTPN Regional 5 belum memberikan konfirmasi resmi terkait alasan penolakan terhadap bantuan Damkar. Sikap arogan dan tidak kooperatif ini dinilai telah membahayakan nyawa warga sekitar dan meremehkan tugas mulia para pemadam kebakaran.
Publik menuntut klarifikasi tegas: Mengapa bantuan darurat yang diminta sendiri justru ditolak? Apakah ada sesuatu yang ingin disembunyikan di balik tumpukan kayu yang terbakar tersebut?