Wapres Gibran: Pasar Banyuwangi Harus Jadi Pusat Ekonomi Modern Bernuansa Heritage

kampungberita8
IMG 20260710 WA0161

Kampungberita.com

BANYUWANGI, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Sutan Syahrir (eks Jalan Sutomo/Tubun), Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan pasar rakyat tak sekadar tampil baru, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan identitas budaya daerah.

Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta sejumlah pejabat kementerian, Gibran berkeliling meninjau bangunan pasar yang kini telah rampung direvitalisasi. Ia juga berdialog dengan calon penghuni kios dan los yang dijadwalkan mulai menempati pasar pada Agustus 2026.

Di hadapan para pedagang, Gibran berharap keberadaan pasar baru mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

“Bulan depan pindah, ya Bapak dan Ibu. Semoga tambah ramai dan bermanfaat sebesar-besarnya,” ujar Gibran.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan pasar rakyat sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Revitalisasi pasar tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor UMKM dan perdagangan rakyat.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ariwibawa, menjelaskan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi telah berlangsung sejak 8 Oktober 2024 hingga 31 Desember 2025. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas perdagangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bangunan pasar dikembangkan menjadi dua lantai dengan daya tampung sekitar 798 kios dan los,” jelas Ariwibawa saat memaparkan proyek kepada Wapres.

Yang menarik, revitalisasi pasar tetap mempertahankan nilai sejarah kawasan. Bagian fasad depan yang merupakan bangunan diduga cagar budaya tidak diubah sehingga karakter lama pasar tetap terjaga.

“Tulisan Pasar Banyuwangi di bagian depan kami pertahankan seperti semula karena merupakan bagian dari bangunan yang diduga cagar budaya,” katanya.

Tak hanya itu, desain bangunan juga diperkaya dengan ornamen khas Banyuwangi, seperti penggunaan batu kerukul dan sentuhan arsitektur Osing yang menjadi identitas daerah.

Paparan tersebut mendapat apresiasi dari Gibran. Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan lebih bernilai jika mampu memadukan fungsi ekonomi dengan pelestarian sejarah dan budaya lokal.

Selain bangunan yang representatif, Wapres juga menekankan pentingnya pengelolaan pasar yang profesional agar mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli, tanpa menghilangkan ciri khas pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat yang inklusif.

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kawasan heritage perkotaan. Dengan wajah baru, pasar ini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga destinasi yang mendukung aktivitas wisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres turut didampingi Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Wakil Presiden Suwardi.

Oleh : Kurniadi