Kampungberita.com//BOJONEGORO – Alun-Alun Bojonegoro berubah menjadi lautan warna dan kreativitas dalam gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro. Festival yang berlangsung selama empat hari, 17–20 Juni 2026, mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Festival ini menghadirkan beragam agenda menarik, mulai dari pameran batik dan aksesori, fashion show, talkshow, lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba mendongeng, hingga stan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang memamerkan produk-produk unggulan khas Bojonegoro. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang kolaborasi antara perajin batik, pelaku usaha kreatif, komunitas seni, dan masyarakat luas.
Tak hanya menjadi ajang promosi batik khas Bojonegoro, festival ini juga menghadirkan panggung hiburan yang begitu semarak. Penampilan live musik dari sejumlah artis ternama berhasil menyedot perhatian ribuan warga. Alunan musik yang menggema di kawasan alun-alun menciptakan suasana penuh kegembiraan, menjadikan festival ini tidak sekadar pameran budaya, tetapi juga hiburan rakyat yang dinantikan.
Sejak sore hingga malam hari, masyarakat Bojonegoro maupun pengunjung dari berbagai daerah tampak berbondong-bondong memadati lokasi festival. Mereka antusias berburu koleksi batik dengan beragam motif khas Bojonegoro, mulai dari motif klasik hingga kreasi kontemporer yang memikat. Banyak stan batik dipenuhi pembeli yang ingin membawa pulang karya terbaik para perajin lokal sebagai bentuk kecintaan terhadap produk budaya daerah.
Di sisi lain, panggung hiburan tak pernah sepi penonton. Ribuan pengunjung larut menikmati penampilan para musisi yang membawakan lagu-lagu populer. Gemerlap lampu panggung, sorak penonton, dan semangat kebersamaan semakin menghidupkan suasana malam di jantung Kota Bojonegoro, menjadikan festival ini sebagai salah satu magnet wisata budaya terbesar tahun ini.
Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menegaskan bahwa batik bukan sekadar karya seni, melainkan identitas budaya yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Karena itu, melalui festival ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong pelestarian, pengembangan, serta promosi batik agar semakin dikenal luas dan mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 menjadi bukti bahwa pelestarian warisan leluhur dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Tingginya minat masyarakat terhadap produk batik, ramainya transaksi UMKM, serta membludaknya pengunjung yang menikmati hiburan musik menunjukkan bahwa budaya memiliki daya tarik besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat citra Bojonegoro sebagai daerah yang kaya tradisi, kreatif, dan inovatif.
(Tim/Red)







