Jember, Kampungberita.com
Maraknya aksi pembegalan di sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Beberapa daerah seperti Kabupaten Jember, Lumajang, dan wilayah lainnya dilaporkan mengalami peningkatan kasus kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Polres Jember mengambil langkah cepat dengan menggencarkan patroli di sejumlah titik rawan kejahatan.
Kegiatan patroli dilakukan secara intensif, terutama pada jam-jam rawan, guna mencegah terjadinya aksi begal dan tindak kriminal lainnya.
Selain patroli rutin, Polres Jember juga membentuk Tim Anti Begal sebagai upaya khusus untuk memberantas aksi kriminalitas jalanan. Tim ini dibentuk untuk mempercepat penanganan terhadap berbagai tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Wakapolres Jember Kompol Ferry Darmawan melalui Kasatreskrim Polres Jember AKP Angga Riatma menegaskan bahwa tim tersebut akan bergerak secara cepat, terukur, dan tegas dalam menindak pelaku begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi kriminalitas lainnya. Langkah ini dilakukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Keberadaan Tim Anti Begal diharapkan mampu menekan angka kriminalitas di wilayah Kabupaten Jember. Aparat kepolisian juga berkomitmen untuk tidak memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” kata AKP Angga Riatma. Minggu (24/5/2026)
AKP Angga mengatakan, bahwa Polres Jember turut meningkatkan pengawasan di sejumlah jalur yang dianggap rawan tindak kriminalitas. Kawasan sepi, jalur antar kecamatan, hingga jalan perkebunan menjadi fokus pengamanan guna mengantisipasi aksi pelaku begal.
“Tidak hanya mengandalkan aparat kepolisian, Polres Jember juga memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Kerja sama antara polisi, tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa dinilai penting dalam menjaga keamanan lingkungan,” tuturnya.
AKP Angga mengungkapkan, bahwa masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat beraktivitas, terutama pada malam hari. Warga juga diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Selain memburu pelaku begal dan curanmor, Tim Anti Begal Polres Jember juga menargetkan pelaku pecah kaca serta berbagai bentuk kriminalitas jalanan lainnya. Kepolisian berharap tindakan preventif dan represif dapat berjalan seimbang demi menciptakan situasi yang kondusif,” ungkapnya
AKP Angga menambahkan, untuk mempermudah laporan masyarakat, Polres Jember menyediakan layanan Call Center 110 yang dapat diakses selama 24 jam. Layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap laporan tindak kriminalitas di lapangan.
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Polres Jember berharap situasi keamanan di Kabupaten Jember tetap aman, nyaman, dan kondusif.
“Kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan demi menciptakan wilayah yang bebas dari aksi kriminalitas jalanan,” pungkasnya.







