Pendampingan Bansos Kemiskinan Ekstrem 2026 di Ngraho Berjalan Tertib, 486 Penerima Telah Menerima Bantuan

IMG 20260416 WA0192

Kampungberita.com BOJONEGORO (NGRAHO) – Upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bojonegoro terus dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) yang terukur dan terpantau. Pemerintah Kecamatan Ngraho melaksanakan pendampingan penyaluran bansos yang bersumber dari APBD Tahun 2026, Kamis (16/4/2026), di Pendopo Kecamatan Ngraho.

 

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini difokuskan pada memastikan bantuan tunai sebesar Rp900.000 per penerima manfaat (PM) tersalurkan secara tepat sasaran, tertib, dan sesuai data yang telah diverifikasi.

 

Dari total 502 PM yang tersebar di 16 desa di wilayah Kecamatan Ngraho, sebanyak 486 PM telah menerima bantuan. Sementara itu, 16 PM lainnya masih dalam proses penyaluran dan akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme penjadwalan ulang.

 

Adapun sebaran penerima manfaat mencakup Desa Payaman (80 PM), Luwihaji (78 PM), Sugihwaras (67 PM), Nganti (67 PM), Sumberarum (32 PM), Tapelan (27 PM), Mojorejo (25 PM), Blimbinggede (24 PM), Kalirejo (20 PM), Bancer (20 PM), Ngraho (15 PM), Tanggungan (14 PM), Sumberagung (11 PM), Klempun (11 PM), Pandan (8 PM), hingga Desa Jumok (1 PM).

 

Camat Ngraho, Wiyanto, S.H., menegaskan bahwa pendampingan menjadi kunci untuk menjaga akurasi dan transparansi distribusi bantuan di lapangan.

 

> “Kami memastikan penyaluran bansos ini berjalan tepat sasaran dan sesuai data yang telah diverifikasi. Pendampingan dilakukan untuk meminimalkan potensi kesalahan, baik secara administratif maupun teknis,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, koordinasi antara pihak kecamatan dan pemerintah desa terus diperkuat guna memastikan seluruh penerima yang belum mengambil bantuan dapat segera terlayani.

 

> “Untuk 16 penerima yang belum tersalurkan, akan kami jadwalkan ulang dengan pendampingan lanjutan agar seluruh bantuan dapat diterima tanpa kendala,” imbuhnya.

 

Di sisi lain, bantuan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu warga Desa Luwihaji mengaku terbantu dalam memenuhi kebutuhan harian di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

 

> “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.

 

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Kecamatan Ngraho, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Satpol PP, PLO Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, perangkat desa, hingga pihak Bank Jatim sebagai penyalur.

 

Secara keseluruhan, proses penyaluran berlangsung tertib, aman, dan lancar. Pendampingan yang dilakukan menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap program bantuan sosial tidak hanya tersalurkan, tetapi juga tepat sasaran dan berdampak nyata dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Bojonegoro.