Bupati Setyo Wahono Kukuhkan Dewan Pendidikan 2026–2030, Perkuat Kolaborasi Wujudkan SDM Unggul Bojonegoro

aksesadim01
IMG 20260626 WA0089

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2030 sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola pendidikan dan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

 

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Ruang Angling Dharmo, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kamis (25/6/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

 

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah di masa depan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas generasi yang dipersiapkan sejak dini.

 

“Tantangan terbesar kita adalah membangun manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing. Karena itu, seluruh elemen harus bersama-sama memikirkan langkah nyata untuk memajukan pendidikan Bojonegoro,” ujar Bupati.

 

Ia mengakui bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian serius adalah tingginya Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di sejumlah wilayah yang memerlukan penanganan secara terukur dan berkelanjutan.

 

Untuk itu, Bupati meminta Dewan Pendidikan menjalankan perannya secara optimal, mulai dari memetakan persoalan pendidikan hingga tingkat desa, memberikan masukan berbasis data, hingga menyusun rekomendasi strategis yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

 

Selain sebagai mitra strategis pemerintah, Dewan Pendidikan juga diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pendidikan juga dinilai penting guna memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan.

 

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis kepengurusan Dewan Pendidikan periode 2026–2030 mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan berbagai inovasi dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan peserta didik, sekaligus mencetak generasi Bojonegoro yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman.

 

Melalui komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Dewan Pendidikan, Bojonegoro menegaskan tekad menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan serta pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

(Prokopim/red)